MPLS SNT Cianjur Dimulai, Siswa Bakal Jalani Pemetaan Bakat dan Minat

Pelaksanaan upacara bendera sekaligus pembukaan MPLS SNT, di BBPPMPV Pertanian, Kecamatan Karangtengah, Senin 10 Agustus 2026.(Foto : Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, memimpin upacara pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di lapangan upacara BBPPMPV Pertanian, Kecamatan Karangtengah, Senin 10 Agustus 2026.

Pelaksanaan MPLS tersebut menjadi awal dimulainya kegiatan pendidikan bagi siswa SNT di Kabupaten Cianjur. Sekolah tersebut merupakan bagian dari 17 Sekolah Nasional Terintegrasi yang saat ini berjalan di Indonesia.

MPLS SNT Cianjur dirancang berlangsung selama dua pekan. Lima hari pertama, mulai Senin hingga Jumat, difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, program pendidikan, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran.

Sementara pada pekan berikutnya, siswa akan mengikuti kegiatan pemetaan bakat dan minat, untuk mengetahui potensi masing-masing peserta didik sejak awal.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, keberadaan SNT diharapkan mampu menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik.

“Pembelajaran yang ada di Sekolah Nasional Terintegrasi itu bukan hanya permasalahan knowledge atau pengetahuan saja, tetapi juga ditekankan karakter dan akhlak,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan pembentukan sikap dan perilaku. Pendidikan, kata dia, tidak cukup hanya menghasilkan anak-anak yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus membentuk generasi yang memiliki adab.

“Ilmu tanpa adab atau akhlak itu menjadi percuma,” kata Wahyu.

Dia menjelaskan, konsep SNT dirancang dengan mengintegrasikan berbagai aspek pendidikan. Selain penguatan sains dan pengetahuan, siswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai akhlak, perilaku, seni dan budaya, serta keterampilan.

“Semua aspek pendidikan, baik itu dalam pendidikan sainsnya, termasuk juga dalam akhlak, perilaku, dan seni budaya, semuanya menyatu di dalam Sekolah Nasional Terintegrasi,” jelasnya.

Wahyu berharap, keberadaan SNT dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang lebih menyeluruh.

“Insya Allah pendidikan di Kabupaten Cianjur semakin meningkat dan anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang tentunya jauh lebih baik,” pungkasnya.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, persiapan pelaksanaan MPLS SNT telah dilakukan sebelumnya melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar Kementerian Pendidikan di Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pelatihan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, kepala sekolah, serta guru SMP turut dilibatkan untuk menyusun mekanisme pelaksanaan MPLS.

“Program untuk MPLS ini sudah terbentuk dan sudah tersusun. Implementasinya diawali melalui pembukaan langsung oleh Bupati,” ujar Ipan.

Dia menjelaskan, secara keseluruhan kegiatan MPLS berlangsung selama dua pekan. Namun, muatan khusus pengenalan lingkungan satuan pendidikan hanya berlangsung selama lima hari pertama.

“Sebetulnya MPLS ini perjalanannya dua minggu. Hanya muatan materi terkait masa pengenalan lingkungan sekolahnya lima hari fokusnya. Lima hari berikutnya terkait bakat dan minat siswa,” katanya.

Menurut Ipan, pemetaan bakat dan minat menjadi salah satu bagian penting, karena dapat membantu sekolah mengetahui kecenderungan dan potensi masing-masing siswa sejak awal.

Dengan demikian, pembinaan dan pengembangan peserta didik ke depan dapat disesuaikan dengan kemampuan, serta minat yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Ipan mengatakan, pelaksanaan MPLS SNT tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Namun, terdapat sejumlah materi tambahan yang disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran di Sekolah Nasional Terintegrasi.

“Pada prinsipnya komponen MPLS-nya hampir sama dengan yang reguler. Hanya ada penambahan karena pembelajarannya berbeda dengan pembelajaran reguler dan akan lebih mendalam,” jelasnya.

Salah satu materi yang akan diperkenalkan kepada siswa adalah Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).

Pembelajaran STEM menjadi salah satu bagian yang membedakan konsep pendidikan SNT dengan sekolah reguler. Pengenalan tersebut diberikan sejak kegiatan MPLS agar siswa memahami pola pembelajaran yang akan mereka jalani selama mengikuti pendidikan.

“Di antaranya adalah adanya pembelajaran STEM. Itu nanti akan dijelaskan pada saat kegiatan MPLS,” ujar Ipan.

Dengan rangkaian MPLS selama dua pekan tersebut, Pemkab Cianjur berharap siswa tidak hanya mengenal lingkungan dan sistem pembelajaran baru, tetapi juga dapat memahami potensi dirinya.

Pemetaan bakat dan minat sejak awal diharapkan menjadi dasar bagi sekolah dalam memberikan pembinaan yang lebih terarah, sehingga setiap siswa dapat berkembang sesuai kemampuan dan potensinya masing-masing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *