CIANJUREKSPRES.ID – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita masih terjadi di Pasar Muka Cianjur sejak bulan Ramadan hingga saat ini. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang karena berdampak pada kelancaran usaha mereka.
Kepala UPTD Pasar Muka Cianjur, Asep Hermawan, mengatakan, ketersediaan MinyaKita di lapangan saat ini sangat terbatas. Bahkan jika ada, harganya sudah jauh di atas harga normal.
“Sekarang MinyaKita agak susah didapat. Kalaupun ada, harganya sudah sekitar Rp22 ribu per liter, itu juga barangnya langka,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Senin 6 April 2026.
Asep mengaku telah melakukan pengecekan langsung kepada sejumlah pedagang di pasar. Dari lima pedagang yang dijadikan sampel, tidak satu pun yang memiliki stok MinyaKita untuk dijual.
“Saya sempat tanya ke beberapa pedagang, dari lima orang yang saya tanya, semuanya tidak menjual MinyaKita. Apakah dari Bulog tidak ada pasokan, kami juga belum mendapat kepastian,” katanya.
Dia menjelaskan, selama ini pedagang umumnya memperoleh pasokan MinyaKita dari distributor, bukan langsung dari Bulog. Meski ada sebagian pedagang yang biasa mengambil ke Bulog, namun kini mereka juga tidak lagi mendapatkan pasokan.
Menurutnya, kelangkaan ini sudah terjadi sejak bulan puasa dan belum menunjukkan tanda-tanda normal hingga sekarang. Padahal, harga normal MinyaKita biasanya berada di kisaran Rp15 ribu per liter, atau sekitar Rp17 ribu jika melalui distributor.
Akibat kondisi tersebut, baik pedagang maupun pembeli mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng bersubsidi. Untuk sementara, pedagang terpaksa beralih menjual minyak goreng jenis lain agar usaha tetap berjalan.
“Harapannya tentu pasokan dari Bulog bisa kembali lancar dan harga kembali normal, supaya pedagang juga tidak kesulitan,” pungkasnya.












