CIANJUREKSPRES.ID – Tiga bangunan di kawasan samping Terminal Pasirhayam, Kampung Pasirhampa, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, terbakar pada Senin 25 Mei 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu kompor gas yang lupa dimatikan oleh pemilik warung ketika memasak sehingga menyebabkan muncul api yang menghanguskan warung kopi, dan merembet ke toko material, serta tempat penginapan karyawan warung kopi.
Kasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Budianto, mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.35 WIB dari warga.
“Kebakaran ini berawal dari kompor gas yang diduga lupa dimatikan oleh penghuninya. Api berasal dari warung kopi dan kemudian membesar,” katanya.
Menurutnya, api dengan cepat membesar lantaran bangunan yang terbakar sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar, seperti kayu dan bilik bambu.
“Api awalnya dari warung kopi, kemudian merambat ke bangunan rumah yang berada di sebelahnya. Rumah tersebut juga mudah terbakar karena terbuat dari bilik bambu,” katanya.
Budianto menjelaskan, objek yang terbakar meliputi warung kopi, dapur, dan sebagian rumah warga. Warung kopi dilaporkan hangus terbakar, sementara rumah di sampingnya mengalami kerusakan sekitar 40 persen.
“Yang terbakar itu warung kopi, tempat penginapan, dan toko material. Warungnya habis terbakar, sedangkan rumah yang di sebelahnya sekitar 40 persen terdampak,” katanya.
Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar tiga menit kemudian karena jarak lokasi kebakaran cukup dekat dengan pos pemadam.
“Kami menurunkan dua unit armada, terdiri dari satu unit fire truck dan satu unit suplai air. Selain itu ada bantuan satu unit kendaraan dari Dinas Perkim Kabupaten Cianjur,” katanya.
Sebanyak sembilan personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit.
“Penanganan berlangsung kurang lebih setengah jam. Tidak ada kendala berarti karena akses menuju lokasi mudah dilalui armada pemadam,” katanya.
Budianto memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada laporan korban dalam kejadian kebakaran ini,” katanya.
Dia menyebut, kerugian material ditaksir sampai ratusan juta rupiah. “Kerugian material kurang lebih Rp100 juta rupiah,” katanya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan memasak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau sedang memasak jangan ditinggalkan. Pastikan api dan kompor benar-benar sudah dimatikan agar tidak menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.












