CIANJUREKSPRES.ID – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur menyambut baik persetujuan pinjaman daerah sebesar Rp150 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027.
Dana pinjaman tersebut dipastikan akan difokuskan sepenuhnya untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Cianjur.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Igun Hendra Gunawan, yang juga terlibat langsung dalam Badan Anggaran (Banggar), menyatakan rasa syukurnya atas kesepakatan tersebut.
“Kami Komisi III bersyukur dengan adanya pinjaman Rp150 miliar yang sudah disetujui dalam KUA PPAS APBD 2027. Saya juga masuk di Banggar, dalam pembahasan disepakati pinjaman Rp150 miliar itu diperuntukkan untuk pembangunan jalan,” bahwa dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan,” ujar Igun kepada Cianjur Ekspres, Jumat 11 September 2026.
Politisi Partai Golkar itu mengungkapkan, pihak dinas dalam pembahasan mengatakan ada kajian terkait dengan penggunaan dana pinjaman daerah untuk jalan tersebut.
“Mereka mengatakan bahwa Rp150 miliar itu rencananya diperuntukkan untuk 30 (titik) ruas jalan di Kabupaten Cianjur yang mudah-mudahan bisa merata dari Utara sampai Selatan,” ucap Igun.
Igun menjelaskan, terkait apakah nanti 30 titik ruas jalan ini berubah atau tidak, kemungkinan akan dibahas dalam pembahasan APBD 2027.
“Kalau jadwal (pembahasan) melihat nanti kesiapan dari pihak pemerintah daerah,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp150 miliar yang akan digunakan untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
Pinjaman daerah ke PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) dengan jangka waktu dua tahun tersebut disetujui DPRD Kabupaten Cianjur dalam Rapat Paripurna yang digelar, Senin 3 Agustus 2026.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, alasan mengajukan pinjaman daerah tersebut untuk melakukan percepatan pembangunan.
“Alasannya melakukan percepatan pembangunan saat ini karena mengingat inflasi ke depan selalu naik. Dengan anggaran yang kami harapkan ini, (pembangunan,red) bisa lebih maksimal karena dilaksanakan di awal, daripada di tahun-tahun berikutnya saat inflasi semakin naik,” ujarnya kepada wartawan.
Wahyu menegaskan, seluruh alokasi dana dari pinjaman daerah tersebut akan difokuskan secara penuh (full) pembangunan infrastruktur yang direncanakan mencapai sekitar puluhan titik. Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh pengerjaan proyek nantinya akan disesuaikan dengan standar dan spesifikasi teknis infrastruktur yang ditetapkan.
“Pinjaman daerah seluruhnya dipakai untuk pembangunan infrastruktur. Untuk (menangani,red) defisit, kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi. Peningkatan di sektor usaha, investasi dan juga pariwisata,” pungkasnya.












