CIANJUREKSPRES.ID – Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur mengaku prihatin adanya seorang ibu hamil di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong yang hendak melahirkan terpaksa ditandu demi ke rumah sakit akibat ambulan yang membawanya tak mampu melewati jalan berlumpur.
Aksi sejumlah warga yang menandu seorang ibu akan melahirkan tersebut sempat direkam kamera handphone warga, dan viral di sejumlah media sosial. Berdasarkan informasi yang didapat, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 8 April 2026 lalu.
“Situasi ibu yang akan melahirkan dan terpaksa ditandu itu, tak hanya terjadi di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong saja. Melainkan di beberapa daerah lainnya pun demikian,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Igun Hendra Gunawan, Rabu 15 April 2026.
Igun mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp321 miliar untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur.
“Pembanguan dan perbaikan infrastruktur tersebut alokasinya ada di dua dinas, yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebesar Rp63,314 miliar, dan Dinas PUTR senilai Rp258 miliar. Sehingga totalnya mencapai Rp 321 miliar lebih,” katanya.
Politisi Partai Golkar itu mengungkapkan, ruas Jalan Sirnagalih – Panyindangan yang sempat viral tersebut sudah dianggarkan di tahun 2026 dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2,755 miliar.
“Sebelum viral, saya sempat juga ke lokasi jalan tersebut, dan memang kondisinya seperti itu. Tapi alhamdulillah jalan itu sudah dianggarkan, serta akan segera dikerjakan dalam waktu dekat,” katanya.
Igun menambahkan, berdasarkan data yang tercatat panjang jalan kewenangan Pemkab Cianjur 1.335 kilometer, dan sekitar 77,5 persen kondisi jalan sudah bagus.
“Pak Bupati pun telah mentargetkan perbaikan dan pembangunan jalan untuk di beberapa wilayah Cianjur mencapai 100 persen pada akhir periode,” katanya.












