CIANJUREKSPRES.ID – SMP Negeri 1 Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan lingkungan melalui kegiatan pembiasaan pengelolaan sampah yang diikuti 320 orang siswa Kelas VIII dan para guru, Jumat 30 Januari 2026.
Kegiatan ini kolaborasi antara pihak sekolah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, pemerintah desa dan komunitas.
Koordinator Komite Sub DAS Cikundul, Herry Trijoko, menyampaikan materi pendidikan lingkungan dan pengelolaan sampah anorganik dengan teknologi ecobrick. Dalam pemaparannya, siswa diajak memahami bahwa sampah bukan semata persoalan kebersihan, melainkan bagian dari tanggung jawab ekologis bersama.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Cipanas, Ks. Jaimin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan perlu ditanamkan melalui pembiasaan yang konsisten agar menjadi karakter peserta didik.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi membangun kebiasaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang bertanggung jawab secara sosial dan ekologis,” ungkapnya.
Saat ini, seluruh kelas di SMPN 1 Cipanas telah menggunakan ecobrick sebagai metode pengelolaan sampah anorganik, menjadikannya bagian dari sistem pengelolaan sampah sekolah yang berkelanjutan.
Program ini dikawal oleh Dede Moch. Salam Al Razab, Guru Informatika sekaligus staf kesiswaan yang berperan aktif memastikan kegiatan lingkungan terintegrasi dengan aktivitas siswa sehari-hari.
Lebih jauh, hasil pengelolaan sampah melalui ecobrick tidak hanya dimanfaatkan di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), komunitas, dan akademisi, ecobrick tersebut ke depan akan digunakan untuk memperkuat bibir sungai sebagai upaya penahan erosi.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi sungai di sekitar Cipanas yang mengalami degradasi lingkungan mendekati tingkat kerusakan parah.
Kolaborasi lintas sektor ini berjalan dalam semangat “Sekolah Sahabat Sampah” yang menempatkan sekolah sebagai bagian penting dari solusi lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikundul.
Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Cipanas menegaskan bahwa pendidikan lingkungan yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis pembiasaan mampu memberi dampak nyata, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.(*)












