CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur menargetkan pendapatan retribusi parkir tepi jalan umum sebesar Rp2,8 miliar pada tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari total retribusi Dishub yang ditetapkan sebesar Rp3,7 miliar.
Kepala Dishub Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, mengatakan, untuk retribusi parkir secara keseluruhan sebagian sudah terealisasi di awal tahun, sementara sisanya difokuskan pada parkir tepi jalan umum.
“Target retribusi total Rp3,7 miliar di tahun 2026. Untuk parkir khususnya sudah selesai dan lunas di awal, tinggal parkir tepi jalan dengan target Rp2,8 miliar yang harus tercapai hingga akhir tahun,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Minggu 3 Mei 2026.
Dia menjelaskan, salah satu strategi untuk mengejar target tersebut adalah melalui intensifikasi penarikan retribusi, serta penertiban parkir liar yang selama ini dinilai mengganggu potensi pendapatan daerah.
“Upaya mengejar target salah satunya dengan intensifikasi dan penertiban parkir liar,” jelasnya.
Saat ini, terdapat 19 titik parkir tepi jalan umum yang menjadi sumber retribusi. Namun, beberapa titik belum dapat dimaksimalkan, seperti dua lokasi yang dialihkan menjadi jalur sepeda serta satu titik di kawasan Bomero yang belum dapat dimanfaatkan.
“Ada 19 titik parkir tepi jalan umum, dua titik digunakan untuk jalur sepeda sehingga tidak bisa diambil, dan satu titik di Bomero yang belum bisa dilaksanakan penarikan,” papar Aris.
Dia menambahkan, target retribusi parkir setiap tahun terus mengalami peningkatan, sehingga harus diimbangi dengan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Target tiap tahun meningkat, maka pelayanan juga harus semakin meningkat. Tahun ini kami optimis bisa memberikan kepuasan kepada masyarakat, yang penting pelayanan,” ungkapnya.
Dia juga menyebutkan, hingga saat ini sektor parkir masih menjadi andalan Dishub dalam menyumbang PAD, karena belum ada sektor lain yang bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Selain parkir, belum ada sektor lain yang bisa dimanfaatkan untuk PAD. Saat ini kami masih fokus pada 19 titik yang ada,” tuturnya.
Dengan adanya perubahan struktur organisasi di internal Dishub, Aris berharap kinerja jajarannya semakin meningkat dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.
“Sekarang ada perubahan struktur, otomatis semangat kerja juga harus lebih meningkat,” pungkasnya.












