CIANJUREKSPRES.ID – Satlantas Polres Cianjur mencatat angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 menurun. Hanya ada tiga kecelakaan lalu lintas yang membuat beberapa pengguna jalan mengalami luka-luka, namun tak ada korban jiwa.
Dari data yang tercatat tersebut, tingkat kecelakaan di wilayah Hukum Polres Cianjur mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Iptu Regina Andrilla Setiawan, mengatakan, selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 Satlantas Polres Cianjur mencatat adanya tiga kejadian kecelakaan lalu lintas.
“Dari ketiga kecelakaan tersebut diantaranya yaitu, dua motor terlibat kecelakaan di Jalan Raya Bandung tepatnya di Kampung Sadewata Desa Bojong Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur,” katanya, Selasa 31 Maret 2026.
Dalam kecelakaan tersebut lanjut dia, tidak ada korban jiwa, namun satu orang mengalami luka berat, dan harus menjalani pemeriksaan tim medis. Sedangkan kecelekaan kedua terjadi di Desa Mekarlaksana kecamatan Cikadu kabupaten Cianjur.
“Kecelakaan di Cikadu, berawal ketika mobil jenis Mitsubishi Fuso F 8391 WW dari arah Kecamatan Cikadu menuju Kecamatan Cibinong sewaktu menempuh jalan lurus dengan kondisi jalan rusak berbatu dan juga bergelombang melindas anak yang akan menaiki truk bak. Akibatnya korban mengalami luka ringan,” katanya.
Regina mengatakan, untuk kecelakaan ketiga selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 yaitu terjadi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Kampung Jemprak Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur.
“Kecelakaan yang terjadi di Ciloto Puncak CIanjur tersebut melibatkan dua kendaraan diantaranya, motor jenis Honda Beat nomor polisi F 4946 ABB, dan sebuah mobil yang tak diketahui identitasnya,” katanya.
Menurutnya, akibat kecelakaan tersebut membuat pengendara motor Honda Beat warga Bogor mengalami luka berat, dan harus dilakukan perawatan di rumah sakit,
“Dari ketiga kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama Operasi Ketupat Lodaya itu, rata-rata disebabkan beberapa faktor, mulai dari kurangnya kewaspdaan saat mengemudikan kendaraannya, hingga tiak memahani medas,” katanya.
Dia mengatakan, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tingkat kecelakaan selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 jumlah menurun.
“Pada tahun 2025 kita mencatat ada 5 kecelakaan, dengan jumlah korban meninggal dunia tiga orang, luka berat dua, dan luka ringan 6.” katanya.












