Bisnis  

Jelang Nataru 2025/2026 Harga Ayam Potong di Cianjur Tembus Rp45 Ribu, Daya Beli Turun

Jelang Nataru 2025/2026 Harga Ayam Potong Tembus Rp45 Ribu, Daya Beli Turun
Haris (33) pedagang ayam potong di Pasar Muka, Kelurahan Muka, Kabupaten Cianjur, Sabtu 13 Desember 2025. (Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, harga ayam potong di Pasar Muka, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan hingga sebesar Rp15 ribu per kilogram.

Akibat kenaikan tersebut, daya beli masyarakat terhadap ayam potong mengalami penurunan hampir 50 persen.

Haris (33) pedagang ayam potong di Pasar Muka, mengatakan harga ayam potong sudah mulai mengalami kenaikan sekitar satu bulan lalu, dari semula Rp35 ribu per kilogram kini jadi Rp45 ribu per kilogramnya.

“Kenaikannya cukup tinggi, padahal harga normal ayam potong mencapai Rp32 ribu per kilogram sampai Rp35 ribu per kilogramnya,” katanya pada Cianjur Ekspres, Sabtu 13 Desember 2025.

Menurutnya, harga ayam potong mengalami kenaikan karena disebabkan beberapa faktor, seperti pasokan dari tempat pemotongan atau distributor minim, sementara permintaan barang tinggi.

“Selain itu, kenaikan ini disebabkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena dapur MBG langsung membelinya ke tempat potong, dan pemasok, bukan ke pasar, jadi wajarlah kalau permintaannya tinggi,” katanya.

Haris mengaku, dirinya saat ini hanya mampu menjual ayam potong sekitar 25 sampai 20 kilogram per hari, padahal sebelumnya bisa mencapai 50 kilogram per hari.

“Kalau penurunan penjualan ada 50 persen lah. Jadi pelanggan tidak jadi membeli setelah tahu harganya mahal. Bahkan tukang sayur keliling yang bisanya ngambil 3 sampai 5 kilogram, sekarang memilih tidak mengambilnya, karena kesulitan menjual,” katanya.

Dia menambahkan, berdasarkan beberapa pemasok harga ayam potong kemungkinan akan terus mengalami kenaikan hingga pergantian tahun.

“Semua harga-harga naik, tak hanya ayam potong saja, sayuran dan lainya pun sama. Sejak beberapa harga naik, beberapa pedagang memilih libur, dan menunggu harganya normal kembali,” katanya.

Dia dan pedagang lainya berharap pemerintah khususnya instansi terkait dapat mengatasi kenaikan harga sejumlah bahan pokok penting tersebut, supaya kembali ke harga normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *