Elpiji 3 Kilogram Langka di Cianjur Selatan, Hiswana Migas Klaim Kuota 20 Ribu Tabung Per Hari

Gas Elpiji 3 Kg Langka, Warga Terpaksa Masak Pakai Kayu Bakar
Jelang Hari Raya Idul Fitri 2026 sejumlah Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur terpaksa menggunakan kayu bakar akibat kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, Kamis 19 Maret 2026. (Foto: Dokumentasi Narasumber Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Imbas kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Cianjur Selatan, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Cianjur, Hedi Permadi Boy pun angkat bicara dan mengeklaim kuota tabung gas subsidi di wilayah ujung Cianjur tersebut mencapai 20 ribu tabung per hari.

“Untuk wilayah Cianjur Selatan suplai gas elpiji kita dicampur sama 8 Agen. Khusus untuk Kecamatan Cibinong, Sindangbarang dan wilayah ujung kuota gas subsidi mencapai 20 ribu tabung per hari,” kata Hedi saat dihubungi, Jumat 20 Maret 2026.

Menurutnya, jumlah kuota pasokan tersebut berbeda dengan beberapa wilayah seperti Tanggeung, dan Pagelaran hingga perkotaan.

“Sedangkan yang saat ini sering banyak terjadi kelangkaan itu di wilayah ujung Cianjur, seperti Sindangbarang, Agrabinta, dan Cibinong,” katanya.

Selain itu, Hedi mengatakan setiap bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri suplai gas elpiji 3 kilogram selalui disesuaikan dengan kebutuhan pada tahun sebelumnya.

“Hasil penghitungan kami, Hiswana Migas dan Pertamina jumlah pasokan tersebut telah ideal. Tapi dengan terjadinya kelangkaan ini kami siap menambah pasokan ke wilayah tersebut,” katanya.

Dia menyebutkan, kelangkaan tabung gas elpiji di sejumlah wilayah Cianjur Selatan tersebut dapat disebabkan beberapa faktor.

“Kami mohon waktunya untuk mendalami penyebab kelangkaan yang terjadi di berbagai wilayah tersebut,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur terpaksa menggunakan kayu bakar akibat gas elpiji 3 kilogram mengalami kelangkaan.

Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut sudah terjadi sejak Senin 16 Maret 2026 lalu.

Rusmana (35) Kampung Bojonggede RT 01/RW 02, Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, mengatakan, dia telah menggunakan kayu bakar selama empat hari setelah gas elpiji 3 kilogram sulit didapatkan.

“Walau pun sekarang sering hujan, warga di kampung semua pakai kaya bakar untuk masak berbuka puasa,” katanya.

Menurutnya gas elpiji 3 kilogram sudah tidak ada di warung sekitar pada Senin 16 Maret 2026 lalu, bahkan harganya pun mencapai Rp26 ribu.

“Terakhir beli harganya pun sudah Rp26 ribu, padahal gas 3 kilogram narga normalnya mencapi Rp 21 ribu,” katanya.

Rusmana mengatakan, berdasarkan keterangan pemilik warung gas 3 kilogram tersebut bakal mengalami kelangkaan hingga beberapa hari kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *