DPKHP Pastikan Kondisi Hewan Kurban di Cianjur Aman dan Sehat

Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur memastikan kondisi hewan kurban yang masuk ke wilayah Cianjur dalam keadaan sehat dan aman dari penyakit menular. (Foto: Dok. DPKHP Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur memastikan kondisi hewan kurban yang masuk ke wilayah Cianjur dalam keadaan sehat dan aman dari penyakit menular, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pengawasan terhadap ternak dilakukan sejak awal April 2026 melalui pemeriksaan intensif yang melibatkan petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKHP Kabupaten Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi, mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit pada hewan kurban yang masuk maupun diperdagangkan di Cianjur.

“Sejauh ini kondisi hewan kurban aman dan belum ada temuan penyakit. Pengawasan sudah kami lakukan sejak 1 April bersama tim Puskeswan,” katanya kepada wartawan, Senin 11 Mei 2026.

Dia menjelaskan, pengawasan difokuskan pada ternak yang didatangkan dari luar daerah seperti Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Hewan-hewan tersebut langsung menjalani pemeriksaan kesehatan serta vaksinasi PMK guna mencegah penyebaran penyakit.

Menurutnya, langkah antisipasi tersebut dilakukan agar kasus wabah PMK yang sempat terjadi pada 2022 tidak kembali terulang.

“Kami langsung melakukan vaksinasi terhadap ternak yang masuk sebagai upaya pencegahan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan di jalur distribusi, DPKHP juga melakukan pengawasan terhadap penampungan hewan kurban berskala besar yang menjadi pusat keluar masuk ternak menjelang Idul Adha.

Ade menyebut kesadaran para pedagang hewan kurban terhadap kesehatan ternak kini mulai meningkat. Para pedagang dinilai lebih kooperatif dalam mengikuti pemeriksaan dan vaksinasi karena tidak ingin menjual hewan yang sakit ataupun cacat.

“Pedagang sekarang lebih memahami pentingnya kesehatan hewan karena itu juga berpengaruh terhadap penjualan mereka,” tuturnya.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap lapak pedagang hewan kurban di pinggir jalan belum dilakukan secara menyeluruh lantaran aktivitas penjualan musiman diperkirakan baru mulai ramai mendekati Idul Adha.

“Biasanya pedagang mulai banyak sekitar seminggu sebelum hari raya, jadi pemeriksaan di lapak jalan masih bertahap,” ucapnya.

DPKHP Kabupaten Cianjur juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan hewan kurban bagi masyarakat dan pedagang yang ingin memastikan kondisi ternaknya tetap sehat dan layak jual.

Layanan tersebut dapat diakses melalui Puskeswan terdekat di sejumlah wilayah, seperti Cipanas, Sindangbarang, dan Sukanagara yang telah dilengkapi tenaga paramedis kesehatan hewan.

Pihaknya memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga menjelang Idul Adha guna menjamin hewan kurban yang beredar di masyarakat aman, sehat, dan layak konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *