Diresmikan Anies Baswedan, Jembatan ‘Titian Persatuan’ Cilojami Penghubung Bandung Barat dan Cianjur Menjawab Penantian Panjang Warga

Jembatan 'Titian Persatuan" penghubung antara Kampung Cilonok, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kampung Jamilega, Desa Sukasirna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, diresmikan Anies Baswedan, Minggu 19 April 2026.
Jembatan 'Titian Persatuan" penghubung antara Kampung Cilonok, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kampung Jamilega, Desa Sukasirna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, diresmikan Anies Baswedan, Minggu 19 April 2026.(Cianjur Ekspres/Herry Febriyanto)

CIANJUREKSPRES.ID – Jembatan ‘Titian Persatuan” penghubung antara Kampung Cilonok, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Kampung Jamilega, Desa Sukasirna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, diresmikan Anies Baswedan, Minggu 19 April 2026.

Pembangunan jembatan bernama ‘Titian Persatuan’ Cilojami (Cilonok-Jamilega) ini, menjadi jawaban atas penantian warga dua kampung tersebut akan akses yang layak. Sebelumnya, selama belasan tahun warga bergantung kepada jembatan bambu yang rentan lapuk dan terbawa arus sungai.

Proses pembangunan jembatan sepanjang 45 meter selama sekitar tiga bulan ini melibatkan Gerakan Aksi Bersama dengan filosofi ‘Swadaya Sadayana’ bersama semua warga dan kontribusi berbagai pihak, termasuk dari para donatur individual serta partner pembangunan seperti Yayasan Islamadina dan BSI Maslahat.

“Selama ini warga menggunakan bambu sebagai material untuk jembatan yang setiap lima atau enam bulan bulan harus diganti, dengan dibangun jembatan ini, mudah-mudahan bisa jangka panjang, aman dan nyaman,” ujar Anies usai peresmian.

Menurutnya proses pembangunan jembatan ini tidak hanya dikerjakan oleh tim Aksi Bersama saja, namun dilakukan secara gotong royong bersama dengan masyarakat.

“Sehingga proses pembangunannya betul-betul bersama-sama, karena itu istilah yang digunakan Swadaya Sadayana. Jadi swadaya dan semuanya terlibat yang mudah-mudahan bisa di rawat oleh warga,” ujar Anies.

Anies berharap, pola gotong royong ini bisa dikerjakan di banyak tempat. “Kalau pola gotong royong insyaallah bebannya bisa ditanggung bersama-sama, dan juga dikerjakan bersama-sama,” ucapnya.

Terwujudnya jembatan ini tidak terlepas dari peran krusial Teman Aksi Bandung Raya yang mengawal proses pembangunan dari awal hingga akhir. Mereka melakukan survei, menemani warga dalam segala proses, dan memastikan bahwa rencana teknis berjalan sesuai rencana.

Kedepannya, Teman Aksi Bandung Raya juga melakukan program Community Development(Comdev) untuk masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan demi memastikan kebermanfaatan Jembatan Titian Persatuan Cilojami tidak terhenti pada konstruksinya saja, melainkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *