CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur memastikan Helaran Budaya Cianjur tetap digelar pada 22 Agustus 2026, meskipun pemerintah daerah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, pelaksanaan helaran budaya akan tetap dilaksanakan meskipun di tengah efesiensi. Menurutnya, helaran tersebut tetap penting karena tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Ya, helaran budaya jadi digelar insyaallah pada tanggal 22 Agustus. Diawali dengan helaran budaya pada pagi hari berupa pawai, kemudian malam harinya ada tabligh akbar dan berkumpul di Masjid Agung,” katanya, pada, Senin 17 Agustus 2026.
Dia menilai, keputusan tetap menggelar helaran itu karena perputaran ekonomi akan semakin tinggi di Kabupaten Cianjur meskipun efesiensi tengah dilakukan.
“Ya karena dengan adanya helaran budaya, perputaran ekonomi justru semakin tinggi di Kabupaten Cianjur. Bukan soal biayanya, tetapi apa manfaat yang kita bawa untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kedatangan wisatawan maupun masyarakat dari luar daerah untuk menyaksikan helaran budaya dapat memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor jasa dan pariwisata.
“Ketika masyarakat dari luar kota yang tengah libur panjang datang ke Kabupaten Cianjur melihat helaran budaya yang tidak ada di tempatnya, itu membawa perputaran ekonomi di Kabupaten Cianjur dan itu yang kita harapkan,” kata Wahyu.
Selain berdampak terhadap ekonomi, Wahyu menyebut helaran budaya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga dan mengenalkan kembali nilai-nilai budaya Cianjur kepada masyarakat.
“Kita ingin mengingatkan kepada masyarakat Cianjur bahwa kita memiliki nilai-nilai luhur budaya yang harus dilestarikan,” tuturnya.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal serta ikut melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur.
“Sehingga minimal setahun sekali kita ada helaran budaya, menghormati para leluhur kita, para pendahulu kita, dan juga menghormati budaya serta kebijaksanaan dari karuhun Sunda orang Cianjur,” katanya.












