Cegah Dampak Kemarau, DTPHP Cianjur Optimalkan Pipanisasi ke Lahan Sawah

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur membangun 15 unit irigasi perpompaan di sejumlah titik.(Foto.: Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur membangun 15 unit irigasi perpompaan di sejumlah titik. Pembangunan tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian.

Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana menyebutkan laporan terakhir pada 31 Juli 2026 tercatat ada 960 hektar yang terancam.

“Dari 960 hektar luas lahan sawah yang terancam tersebut, meliputi 15 kecamatan, diantaranya Cibeber, Kadupandak, Sukanagara, Pegelaran, Gekbrong, Cugenang, Pasir Kuda, Campaka, Cilaku, Ciranjang dan Naringgul,” katanya, Rabu 26 Agustus 2026.

Dari 960 luas lahan yang terancam tersebut, lanjut dia, paling besar di Kecamatan Cibeber seluas 191 hektar lahan sawah terancam.

“Terkait dengan dampak, ada empat tingkatan, ringan, sedang dan berat serta fuso. Yang berdampak berat di antaranya ada di Kecamatan Gekbrong, Cilaku, dan Sukaluyu,” ujar Dandan.

Dandan menjelaskan, sebagai upaya penanganan dan mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap lahan pertanian, DTPHP sedang membangun 15 unit irigasi perpompaan yang tersebar di lima kecamatan.

“Pembangunan irigasi perpompaan di lima kecamatan tersebut di antaranya Kecamatan Agrabinta enam titik, Cidaun tiga titik, Kadupandak tiga titik, Cikalongkulon satu titik, dan Cibeber dua titik,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya selama tahun 2025 telah menyalurkan sebanyak 244 unit pompa air ke seluruh kecamatan di Cianjur, dan diharapkan pompa air tersebut berfungsi saat menghadapi musim kemarau.

“Bahkan sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menyalurkan bantuan pompa air sebanyak 458 unit,” kata Dandan.

Dia menambahkan, sejumlah fasilitas pengendalian kekeringan telah dibangun, salah satunya fasilitas pengairan melalui pompanisasi air permukaan yang dilaksanakan pada 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *