CIANJUREKSPRES.ID – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur sebut hampir seluruh wilayah berpotensi terdampak kekeringan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan, berdasarkan surat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa saat ini sudah memasuki musim kemarau.
“Musim kemarau saat ini diperkirakan puncaknya akan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang. Meskipun saat ini hujan masih terjadi,” katanya, Rabu 17 Juni 2026.
Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Cianjur kerap terdampak kekeringan dan mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih pada saat musim kemarau.
“Berdasarkan data yang tercatat pada 2024 lalu, sebanyak 12.041 Kepala Keluarga di 14 kecamatan terdampak kekeringan, dan kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Menurut dia, dari 14 kecamatan yang kerap terdampak musim kemarau yaitu Kecamatan Cugenang, Ciranjang, Gekbrong, Campakamulya, Kadupandak, Agrabinta, Cijati, Naringgul, Cidaun, Cikalongkulon, Pagelaran, Cibinong, Karangtengah, dan Cianjur.
“Di sejumlah kecamatan terdampak kekeringan tersebut, paling banyak terjadi di Kecamatan Cibinong serta Cijati, hampir ratusan keluarga terdampak kekeringan,” kata Samudra.
Lebih lanjut Samudra mengatakan, Pemkab Cianjur telah mengeluarkan dan menyebarkan surat imbauan terkait dampak kekeringan akibat dampak dari musim kemarau ke seluruh wilayah.
“Untuk BPBD Cianjur sendiri, kita terus menjalin komunikasi dengan aparatur desa setempat, dan beberapa Relawan Tangguh Bencana (Retana) di wilayah dalam mengantisipasi kekeringan,” katanya.
Samudra menambahkan, pihaknya akan berkolaborasi dengan beberapa dinas terkait serta intansi lainnya dalam penanganan dan penanggulangan bencana kekeringan.












