BMKG Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Perkuat Layanan untuk Masyarakat

BMKG Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Perkuat Layanan untuk Masyarakat

CIANJUREKSPRES.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BMKG pada Kamis (3/9). Keduanya yakni Agi Wandala Putra sebagai Direktur Meteorologi Maritim dan Hartanto sebagai Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan BMKG dalam mendukung keselamatan masyarakat dan pembangunan nasional.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan jabatan yang diberikan bukan hanya berkaitan dengan posisi administratif, tetapi merupakan amanah dan bentuk kepercayaan yang harus diwujudkan melalui integritas, kerja nyata, serta kinerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi merupakan bagian dari upaya kita memperkuat organisasi dan memastikan BMKG terus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks,” ujarnya.

Faisal menilai peran BMKG semakin strategis di tengah berbagai tantangan kebencanaan serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan akurat.

Berbagai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk gempa bumi di Nusa Tenggara Timur serta kebakaran hutan dan lahan, menurutnya menjadi pengingat pentingnya penyampaian informasi BMKG secara cepat, tepat, dan dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

“Kita menyadari bahwa tugas BMKG tidak berhenti pada menghasilkan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi, tetapi memiliki peran yang sangat penting dalam menyelamatkan masyarakat dan mengurangi risiko bencana,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang menjalankan tugas di berbagai wilayah dan lokasi kejadian.

Ia mengatakan para pegawai yang berada di lapangan memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan proses pengamatan, analisis, penyampaian informasi, hingga peringatan dini tetap berjalan, termasuk ketika menghadapi situasi yang penuh tantangan.

Faisal juga mengingatkan bahwa setiap data dan informasi yang dihasilkan BMKG memiliki dampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.

“Data dan informasi BMKG menjangkau berbagai kepentingan strategis, mulai dari ketahanan pangan, energi terbarukan, transportasi, infrastruktur tangguh bencana, mitigasi bencana, hingga pembangunan berkelanjutan. Karena itu, integritas dan dedikasi menjadi hal yang mutlak,” lanjutnya.

Kepada dua pejabat yang baru dilantik, Faisal meminta agar keduanya mampu menjadi pemimpin yang memberikan teladan, membangun kekuatan tim, serta mendorong lahirnya inovasi dan keberanian untuk melakukan berbagai perbaikan.

Ia juga mengingatkan agar keduanya tidak hanya menjalankan rutinitas organisasi. Konsolidasi, pemetaan persoalan, penentuan prioritas, serta penciptaan perubahan yang nyata dan terukur perlu segera dilakukan.

“Saya tidak ingin Saudara hanya menjalankan rutinitas. Segera lakukan konsolidasi, pahami dan petakan persoalan yang ada, tetapkan prioritas, dan hadirkan perubahan yang nyata serta terukur,” tegasnya.

Faisal berharap amanah baru tersebut dapat menjadi momentum bagi kedua pejabat untuk memberikan kontribusi terbaik sekaligus menciptakan legacy yang bermanfaat bagi BMKG dan masyarakat.

“Jadikan jabatan ini bukan hanya sebagai tanggung jawab administratif, tetapi sebagai kesempatan untuk memberikan legacy dan kontribusi terbaik bagi BMKG dan masyarakat,” pungkasnya.

Pelantikan dua pejabat tersebut diharapkan semakin memperkuat kepemimpinan dan tata kelola BMKG. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan meteorologi maritim serta pengelolaan instrumen meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) untuk mendukung keselamatan masyarakat dan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *