CIANJUREKSPRES.ID– Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026), menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari pawai karnaval santri, mujahadah kemanusiaan untuk Palestina dan bencana nasional, hingga Bazar atau Santri Expo di Alun-Alun Cianjur.
Berdasarkan susunan acara yang telah ditetapkan, rangkaian kegiatan Hari Santri di Cianjur dimulai sejak pagi hingga malam hari. Sejumlah kegiatan juga dijadwalkan berlanjut sampai Minggu (25/10/2026).
Berikut susunan acara Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Cianjur:
1. Pawai Karnaval Santri
Pawai karnaval santri menjadi agenda pembuka yang dijadwalkan berlangsung pukul 06.30–10.00 WIB.
Rute pawai dimulai dari Lapang Prawatasari dan berakhir di Masjid Agung Cianjur, tepatnya di Pintu Selatan, depan Kantor Pos.
Ketua Koordinator Lapangan, Abdul Rohman, SH, menyebutkan ribuan santri mengikuti pawai tersebut. Peserta berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan keagamaan, sejumlah sekolah, serta lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Cianjur.
Sebanyak 120 pondok pesantren turut berpartisipasi, bersama lembaga TPA, MDTA, dan TPQ se-Kabupaten Cianjur.
2. Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina dan Bencana Nasional
Setelah pawai, agenda dilanjutkan dengan mujahadah kemanusiaan untuk Palestina dan bencana nasional pada pukul 10.30–12.30 WIB.
Kegiatan berlangsung di Masjid Agung Cianjur dengan rangkaian tabligh akbar dan salat Dzuhur berjamaah.
3. Pembukaan Bazar atau Santri Expo
Pada pukul 13.00 WIB, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan pembukaan Bazar atau Santri Expo di Alun-Alun Cianjur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
4. Penutupan Santri Expo
Bazar atau Santri Expo dijadwalkan berlangsung hingga Ahad, 25 Oktober 2026.
Penutupan kegiatan dijadwalkan pada pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di Alun-Alun Cianjur.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Cianjur, yang melibatkan kalangan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.












