CIANJUREKSPRES.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi Dasarian I Maret 2026 yang berlaku di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan ini dirilis pada Kamis, 5 Maret 2026, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat berdampak pada banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Beberapa provinsi yang masuk dalam kategori waspada antara lain Bali, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. Di Provinsi Jawa Barat, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Bogor, Ciamis, Sumedang, Kuningan, Majalengka, dan Sukabumi.
Di wilayah Jawa Tengah, peringatan mencakup sejumlah kabupaten dan kota seperti Banjarnegara, Boyolali, Brebes, Jepara, Karanganyar, Kendal, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Magelang, Purbalingga, Tegal, Temanggung, Wonosobo, Batang, Pekalongan, dan Pemalang. Sementara itu, di Kalimantan Timur, wilayah seperti Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kutai Barat, Kutai NKartanegara, Mahakam Hulu, Paser, dan Penajam Paser Utara juga masuk dalam daftar waspada.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi, termasuk Contact Center 196. Masyarakat juga diminta untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan genangan air, banjir bandang, pohon tumbang, hingga longsor terutama di daerah perbukitan dan bantaran sungai.
Selain itu, BMKG menegaskan bahwa setiap penggunaan citra atau informasi peringatan dini wajib mencantumkan sumber resmi dari BMKG dan tidak diperbolehkan memotong gambar tanpa menyertakan logo serta keterangan sumber.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat curah hujan tinggi dalam periode Dasarian I Maret 2026.












