Bersama UNY, Puluhan Purna PMI Digembleng Buat Kue

oplus_0

CIANJUREKSPRES.ID – Puluhan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Cianjur mengikuti kegiatan penguatan kelembagaan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai agen pembangunan desa di Kabupaten Cianjur di aula Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.

Kegiatan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat tim dosen Departemen Pendidikan non Formal, Fakultas ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (18-19/5/2026). Selain diberikan wawasan, para purna PMI ini akan praktek langsung dalam pembuatan kue kekinian.

Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, Serafin Wisni Septiarti mengungkapkan, kehadiran tim dari Universitas Negeri Yogyakarta ke Cianjur merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat dan kepedulian terhadap purna PMI dalam kehidupan selanjutnya.

“Tapi karena keterbatasan kami untuk melayani mereka (purna PMI, red) tidak terlalu maksimal. Jadi apa yang mereka lakukan saat ini memiliki harapan kedepan mereka bisa beraktifitas sendiri,” kata Serafin Wisni disela menyaksikan pembuatan kue yang dilakukan para purna PMI, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, di Jawa Barat, Cianjur merupakan daerah yang termasuk paling besar warganya menjadi PMI selain Karawang dan Indramayu. “Cianjur merupan kantong PMI yang cukup banyak,  setahu saya yang legal, apalagi yang tidak. Terlalu banyak persoalan adalah bekerja dimana saja itu adalah hak selama mereka bisa mengikuti prosedur dengan benar,” tegasnya.

Berkaca dari persoalan tersebut tersimpan sejuta harapan. “Harapannya harus cinta tanah air kembali untuk hidup. Harapannya mereka bisa melakukan usaha secara mandiri. Pemerintah dalam hal ini Disnaker bisa mendampingi kalaupun ada bisa secara maksimal lagi,” tegasnya.

Masih banyaknya purna PMI yang ingin kembali menjadi pahlawan devisa tidak bisa disalahkan. Berbagai faktor yang menjadikan mereka kembali bekerja di negeri orang.

“Saya tidak bisa menghimbau saja kalau bisa ada disertifikasi usaha, kalau terus disana kan tidak bagus juga bagi keberlangsungan keluarga. Dan mereka mungkin semua ketidakpuasan itu pasti ada kebutuhan yang semakin meningkat juga ada izin dari keluarga dukungan keluarga juga. mengapa tidak, tapi meskipun demikian kami kan berharap dari hasil,” katanya.

Kendati demikian, harapannya mereka bisa memiliki untuk bisa dipakai buat kehidupan selanjutnya. “Remitansi atau transfer-transfer mereka itu istilahnya betul-betul dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Hero Laksono melalui Pengantar Kerja Ahli Muda Risa Astria mengatakan, kegiatan pelatihan bagi purna PMI sudah sekian kali dilaksanakan. Kali ini dilakukan dengan manggandengan Universitas Negeri Yogyakarta.

“Bagus sekali karena biasanya bisa menyelenggarakan di tahun-tahun sebelumnya itu lebih dari satu kali kegiatan, tetapi di tahun ini karena efisiensi anggaran jadi kita hanya bisa melakukan satu kali, itupun diakhir tahun,” katanya.

Pelatihan bagi purna PMI kali ini kata Risa, difokuskan pada praktek membuat kue di mana mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi buat mereka untuk berwirausaha. Sehingga tidak lagi terpikir untuk kembali menjadi PMI.

“Diharapkan di sini ada wirausaha- wirausaha baru tenaga kerja mandiri yang bisa berwirausaha untuk mensejahterakan dirinya sendiri dahulu sebelum mensejahterakan orang lain dan tidak lagi kembalienjadi PMI,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *