CIANJUREKSPRES.ID – Tingkat kunjungan ke Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Cianjur sepanjang Tahun 2025 mencapai 68.584 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Tahun 2024 sebanyak 15.149 orang.
Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cianjur, mencatat jumlah kunjungan 68.584 orang pada tahun 2025, terdiri dari laki-laki 29.190 orang dan perempuan 39.394 orang. Sedangkan di Tahun 2024 dari jumlah 15.149 orang, laki-laki 4.391 orang dan perempuan 10.758 orang.
Adapun pengunjung Perpusda Kabupaten Cianjur terdiri beragam dari mulai TK, SD, SMP, SMA, Mahasiswa, Karyawan dan Umum. Dimana pelajar SMA mendominasi angka kunjungan.
Kepala Bidang Perpustakaan Disarpus Kabupaten Cianjur, Fransiska Intania, mengatakan, angka kunjungan ke Perpusda yang paling tinggi sepanjang Tahun 2025 terjadi pada periode September dan Oktober.
“Kalau dilihat dari Januari sampai Desember rata-rata naik, apalagi di September dan Oktober karena ada bulan bahasa. Dimana ada kegiatan literasi di sekolah atapun kunjungan ke perpustakaan,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 14 Januari 2026.
Selain bulan bahasa, peningkatan pengunjung selama Tahun 2025 karena ada inovasi Layanan Wara-Wiri Literasi yang mewajibkan peserta untuk berkunjung serta memanfaatkan layanan lain di perpustakaan.
“Selain kegiatan Layanan Wara-Wiri Literasi, di 2025 kita juga mengadakan beberapa kegiatan lain untuk meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan, dan peningkatan budaya gemar membaca,” papar Fransiska.
Diantaranya, Bimtek Literasi Informasi, Bimtek Membaca Nyaring, Bimtek Kepenulisan Konten Budaya Lokal, Lokakarya Literasi Digital, Bedah Buku Koleksi Perpustakaan, Lomba Video Konten Literasi, Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan, Lomba Bertutur Bagi Siswa SD/MI Tingkat Kabupaten Cianjur, dan Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Kabupaten Cianjur.
“Khusus di 2026 karena ada efisiensi anggaran, kita hanya melaksanakan kegiatan rutin pelayanan perpustakaan. Diantaranya Gerakan Cianjur Maca Online dan Offline (GECO), Wara-Wiwi Literasi, kunjungan ke perpustakaan desa dan keliling serta ke sekolah-sekolah,” kata Fransiska.












