Anak-anak Sumringah, Akhirnya Bisa Bermain Sepeda di Jalan Hasil TMMD

Program TMMD ke-129 di Cianjur

Anak-anak Sumringah, Akhirnya Bisa Bermain Sepeda di Jalan Hasil TMMD
SENANG. Anak-anak Kampung Cimenteng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur yang sumringah saat berseluncur dengan sepeda di jalan beton hasil dari Program TMMD ke-129, Selasa, 2 Agustus 2026. (Foto: Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Lokasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Kabupaten Cianjur, rasanya tepat sasaran. Tak hanya lokasinya yang jauh dari wilayah perkotaan, tapi akses jalannya pun cukup ekstrem.

Di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, kabupaten Cianjur, jalannya bukan aspal rusak, bukan beton rusak, tapi masih jalan batu. batunya besar-besar dan medannya menurun. Apalagi jika lewat Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Sangat terasa perbedaan, antara jalan yang belum tersentuh pembangunan, dengan proyek betonisasi TMMD di sana.

Jalan Cireundeu, jalan berbatu dari Simpang Padasuka Cianjur, di Desa Cipelah, sampai Desa Mekarmukti, lokasi TMMD, panjangnya sekitar 9,6 kilometer. Berbatu dan berdebu, meskipun jalan itu merupakan jalan provinsi.

Sementara di lokasi betonisasi TMMD, bahkan Tim Cianjur Ekspres mendapati anak-anak tersenyum lebar karena sepedanya bisa meluncur mulus di sepenggal jalan beton yang menurun.

Hanya ada 1 sepeda, yang ditumpangi 2 anak laki-laki. Mungkin karena jalan di sana sulit dilalui, jadi tak banyak yang punya sepeda.

Anak-anak itu cekikikan saat meluncur dengan sepeda, senangnya bukan main, giginya mungkin sampai kering saking sumringahnya. Tim Cianjur Ekspres beberapa kali menyetop mereka agar tak meluncur terlalu cepat, takut jatuh.

Mungkin, jika tidak ada betonisasi, mereka hanya main sepeda di halaman rumah saja.

Total betonisasi dari program TMMD ke-129 di Desa Mekarmukti, panjangnya 872 meter dari Kampung Sindang sampai Kampung Citamiang. ditambah jalan hotmix sekitar 90 meter.

Jalur Offroad

Dari pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur, jaraknya sekitar 98 kilometer, kalau lewat Kecamatan Pasirkuda. Jarak tempuhnya, sekitar 4,5 jam jika tanpa istirahat.

Itu kalau dilihat dari Google Maps. Mungkin jaraknya akan tepat, tapi kalau soal waktu tempuh, prakiraan itu akan meleset cukup jauh. Setidaknya itu yang Tim Cianjur Ekspres rasakan.

Tim mencoba merasakan perjalanan menggunakan motor, total 4 motor, 3 motor berkaki-kaki tinggi, 1 motor metik. Dari Cianjur, kami berangkat Sabtu, 1 Agustus 2026 sore.

Sengaja berangkat sore, karena Tim Cianjur Ekspres singgah dulu di Curug Citambur untuk menginap, sebelum esok paginya berangkat ke lokasi TMMD.

Untuk menuju lokasi TMMD ke-129, dari Kecamatan Pasirkuda, kita akan keluar teritori Kabupaten Cianjur, masuk ke wilayah Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Kemudian, dari Simpang Padasuka Cianjur, masuk ke area perkebunan teh menuju Desa Mekarmukti, dari situ lah perjuangan kami dimulai.

Panjang jalannya kurang dari 10 kilometer, tapi rasanya sangat jauh. Motor cross yang kami gunakan, bergetar hebat, bikin lengan dan telapak tangan cepat pegal akibat jalan berbatu, ditambah akumulasi perjalanan jauh dari Kecamatan Pasirkuda.

Jalan Cireundeu, jalan provinsi yang kami lewati cukup membuat letih. Tapi ternyata, jalannya semakin memburuk saat sudah memasuki jalan kabupaten di Desa Mekarmukti.

Batunya lebih besar dari jalan sebelumnya, jalurnya menurun dan berkelok. Jika saja kami adalah tim dari komunitas motor cross yang sedang riding, mungkin kami akan senang karena dapat jalur offroad.

Dengan sabar dan hati-hati, akhirnya kami sampai di Posko TMMD ke-129 di Desa Mekarmukti. Di sana terlihat masih ada 2 mobil molen (mixxer) kecil terparkir dekat masjid, sebelum dipulangkan karena tugasnya rampung.

Diarahkan oleh petugas posko, Tim Cianjur Ekspres bertemu dengan Ketua RT 08/RW 03, Kampung Citamiang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Alo Supriatna (55).

Kopi Ngabret

Alo Supriatna, si RT dengan perawakan kecil namun tampaknya sangat aktif dan periang. Suaranya lantang, dan mengaku masih berjiwa muda.

Alo juga turut andil dalam program TMMD ke-129 itu, dengan membantu pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Masjid Jami Al-Ikhlas Cimenteng, 1 dari 5 titik MCK yang dibangun TNI.

“Sehari-hari saya petani di kebun kopi. di kebun saya ada 1.000 pohon kopi. Di sini dikenal dengan nama Kopi Ngabret,” kata Alo di Posko TMMD, Selasa, 2 Agustus 2026.

Ada alasan kenapa disebut Kopi Ngabret. Menurut Alo, karena jalan yang rusak memaksa mobil pengangkut kopi hasil panen, ngegas di jalan butut itu.

“Jadi kudu (harus) ngabret di jalan sini mah. Kalau jalannya nanti dapat bantuan TMMD lagi, pasti namanya kembali jadi Kopi Cimenteng,” kata Alo, berkelakar tapi penuh harap.

Pasalnya, jalan kabupaten yang ada di Desa Mekarmukti totalnya 12 kilometer, baru sebagian saja yang tersentuh bantuan. Dari Kampung Cimenteng hingga perbatasan Kabupaten Bandung, tinggal 3 kilometer yang belum dibenahi.

“Maunya nanti di program TMMD selanjutnya (ke-130), bisa dibangun lagi jalan sampai perbatasan Bandung. Karena jalanyang sudah diperbaiki ini akan diwariskan turun temurun ke anak cucu warga-warga sini,” jelas Alo.

Alo ingat, sudah beberapa kali dirinya dan RT-RT sebelumnya mengajukan pembangunan bantuan jalan, tapi baru kali ini, oleh TNI, cita-cita warga terkabulkan.

“Kami bersyukur, daerah kami dapat bantuan dari TMMD, baik itu jalan, MCK, sampai bantuan rumah bagi warga dengan rumah tidak layak huni (rutilahu). Di Cimenteng, Alhamdulillah ada 2 warga yang dapat bantuan pembangunan rumah. Keduanya memang layak mendapatkannya,” kata Alo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *