Aktivis Islam Kembali Pantau Kafe yang Diduga Jadi Tempat Perkumpulan LGBT

Aktivis Islam Cianjur memantau langsung ke kafe-kafe yang diduga menjadi perkumpulan atau aktivitas LGBT pada Sabtu 8 Agustus 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. (Foto: Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Sejumlah aktivis Islam di Kabupaten Cianjur melakukan monitoring ke sejumlah kafe yang dinilai perlu mendapat perhatian terkait dugaan adanya perkumpulan maupun aktivitas LGBT, pada Sabtu 8 Agustus 2026, sekitar pukul 22.30 malam.

Berdasarkan pantauan Cianjur Ekspres di lokasi, saat massa aktivis Islam mendatangi satu persatu kafe itu, sejumlah pengunjung yang sebelumnya terlihat berada di dalam kafe mendadak meninggalkan lokasi. Mereka tampak keluar melalui akses lain yang bukan merupakan pintu utama yang didatangi massa aktivis Islam.

Padahal, Aktivis Islam sendiri datang untuk memantau sekaligus menyampaikan imbauan kepada owner atau perwakilan pengelola kafe agar tidak memfasilitasi aktivitas maupun perkumpulan LGBT.

Aktivis Islam Cianjur, Ang Asep Kunpayakun, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap aktivitas di sejumlah tempat hiburan di Cianjur.

“Kegiatan hari ini kita selaku warga Cianjur dan aktivis Islam melakukan monitoring terhadap kafe-kafe yang ada di Cianjur agar tidak ada boti atau pergagahan LGBT ataupun perkumpulan LGBT,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat beberapa kafe yang menjadi perhatian dalam kegiatan monitoring tersebut, di antaranya GB, KN dan SHQ.

“Kami mengimbau, jangan ada kafe yang menyediakan atau memfasilitasi boti-boti LGBT,” tegasnya.

Dia menyebut kegiatan kali ini masih sebatas monitoring dan perkenalan kepada pihak pengelola kafe. Dia mengatakan, pihaknya ingin memastikan pengelola tidak memberikan fasilitas yang dapat digunakan untuk aktivitas yang mereka soroti.

“Kalau dari pihak kafe-kafe alhamdulillah bagus, mereka mendukung pergerakan kita menolak adanya LGBT,” kata Ang Asep.

Dia menyebut jumlah aktivis yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai ratusan orang. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah apabila diperlukan dalam kegiatan monitoring berikutnya.

“Kalau anggota sekitar ratusan. Kalau nanti memang macam-macam, kita siap ribuan. Untuk saat ini kita masih perkenalan dulu, kita mengecek dan monitoring,” tuturnya.

Dia menambahkan, monitoring serupa rencananya akan kembali dilakukan, terutama pada malam akhir pekan. Hal tersebut dilakukan untuk memantau aktivitas di sejumlah tempat yang menjadi perhatian mereka.

“Insyaallah tiap malam atau malam minggu terutama saya akan menggerakkan pasukan kami, aktivis Cianjur ataupun warga Cianjur untuk memantau pergerakan kafe-kafe,” katanya.

Dia berharap gerakan tersebut dapat mendorong para pengelola kafe untuk tidak menyediakan fasilitas bagi aktivitas LGBT.

“Harapannya satu, kafe-kafe tidak boleh menyediakan fasilitas untuk boti-boti dan boti-boti semoga dapat bertobat,” pungkasnya.(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *