Ahdatiyana, Putra Cianjur, Lolos TOP 28 AKSI Indonesia 2026

CIANJUREKSPRES.ID-  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Cianjur.

 

Ahdatiyana, S.Pd., resmi terpilih sebagai salah satu dari 28 besar peserta AKSI Indonesia 2026 yang tayang di Indosiar selama bulan Ramadan.

 

Program pencarian bakat ustaz dan ustazah tersebut disiarkan secara langsung setiap hari pukul 02.00 WIB untuk menemani waktu sahur pemirsa di seluruh Indonesia.

 

Selain melalui layar kaca, tayangan ini juga dapat disaksikan melalui platform streaming Vidio.

 

Pada musim ke-9 ini, AKSI membuka audisi sejak November 2025 dan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah sebelum akhirnya menyisakan 28 dai terbaik di babak TOP 28.

 

 

Ahdatiyana lahir pada 05 Mei 1996 di Kampung Cihonje, Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur. Setelah menikah, ia memutuskan hijrah dan menetap di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur.

 

Keikutsertaannya di AKSI 2026 berawal dari informasi audisi online yang ia lihat di awal tahun.

 

“Saya awalnya hanya mencoba. Tapi karena ada dukungan penuh dari kedua orang tua dan istri, saya mantap untuk mengikuti audisi. Alhamdulillah tahap demi tahap bisa saya lalui,” ujar Ahdatiyana saat diwawancarai.

 

Ia mengaku proses seleksi bukan hal yang mudah. Ribuan peserta dari seluruh Indonesia bersaing untuk mendapatkan tempat di panggung nasional tersebut.

 

“Persaingannya luar biasa. Banyak peserta yang memiliki kemampuan dakwah yang hebat. Saya hanya berusaha maksimal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Ketika dinyatakan masuk TOP 28, itu seperti mimpi yang jadi kenyataan,” katanya.

 

 

Dalam kompetisi ini, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok atau kloter seperti Bukit Marwah, Jabal Nur, Bukit Safa, dan lainnya. Mereka dinilai berdasarkan kualitas materi, cara penyampaian, hingga kedalaman pesan dakwah yang disampaikan.

 

Program ini juga dipandu oleh host ternama seperti Irfan Hakim, Ramzi, dan Gilang Dirga.

 

Ahdatiyana menyebut keberhasilannya bukan semata pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk membawa nama baik Cianjur di tingkat nasional.

 

 

“Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur agar diberikan kelancaran dan bisa menampilkan dakwah terbaik. Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang kebanggaan daerah kita,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *