CIANJUREKSPRES.ID – Aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Cikaret, Nagrak, Kabupaten Cianjur, mulai meningkat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pedagang mengaku mengalami kenaikan penjualan.
Salah seorang pedagang hewan kurban, Bebey (52), mengatakan, peningkatan penjualan mulai terasa dalam beberapa hari terakhir setelah sebelumnya kondisi pasar sempat lesu.
“Awalnya memang kurang bagus, tapi sekarang alhamdulillah sudah ada peningkatan lagi. Bahkan sehari bisa keluar sekitar 30 sampai 50 ekor,” katanya saat ditemui di Pasar Hewan Cikaret, pada Selasa 26 Mei 2026, malam.
Ia menuturkan, sebagian besar pembeli berasal dari luar daerah seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, hingga Serang, Banten. Bahkan, dalam satu transaksi, pembeli dari luar kota biasanya membeli lebih dari lima ekor sekaligus untuk dijual kembali.
“Kalau pembeli luar kota jarang beli satu atau dua ekor. Biasanya langsung lima sampai delapan ekor. Makanya kalau lagi ramai, 50 ekor bisa habis dalam waktu singkat,” tuturnya.
Bebey menjelaskan, pasokan domba dan kambing yang dijualnya mayoritas berasal dari wilayah Cianjur Selatan, seperti Kecamatan Tanggeung, Sukanagara, Kadupandak, hingga kawasan pesisir selatan. Selain itu, sebagian hewan juga didatangkan dari Bandung Barat.
“Sekitar 80 persen pasokan dari Cianjur Selatan. Ada juga dari Bandung Barat, terutama untuk domba-domba berukuran besar,” jelasnya.
Menurutnya, Pasar Hewan Cikaret masih menjadi salah satu pusat perdagangan hewan terbesar di Jawa Barat sehingga banyak diburu pedagang dari luar daerah.
“Kalau untuk pasar hewan, Cikaret ini termasuk yang terbesar di Jawa Barat. Makanya banyak pedagang dari luar kota datang ke sini,” katanya.
Dia memperkirakan hingga menjelang Iduladha nanti jumlah hewan yang berhasil dijualnya bisa mencapai lebih dari 500 ekor.
“Kalau sampai hari Jumat nanti, 500 ekor masih bisa terjual. Bahkan kemungkinan bisa lebih karena permintaan dari luar daerah masih tinggi,” katanya.
Bebey mengaku khusus menjual domba berukuran besar dengan harga mulai dari Rp3 juta hingga Rp8,5 juta per ekor. Salah satu domba Garut miliknya bahkan baru saja terjual seharga Rp8 juta dengan bobot mencapai 85 kilogram.
“Saya memang fokus jual domba besar. Kemarin ada yang terjual Rp8 juta dengan bobot sekitar 85 kilogram,” ujarnya.
Meski demikian, Bebey menyoroti masih banyaknya pedagang hewan kurban yang berjualan di luar area pasar resmi. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Cikaret.
“Kalau semua pedagang masuk ke pasar tentu lebih baik. Harga lebih kompetitif, pembeli bisa membandingkan kualitas dan harga, serta lebih tertata,” ucapnya.
Dia menambahkan biaya retribusi yang dikenakan kepada pedagang di pasar relatif terjangkau, yakni sekitar Rp3.000 per ekor untuk karcis masuk serta biaya administrasi surat jalan bagi hewan yang akan dikirim ke luar daerah.
“Retribusinya tidak besar. Justru di pasar pembeli lebih diuntungkan karena banyak pilihan dan harga bersaing,” pungkasnya.












