CIANJUREKSPRES.ID – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 mulai bergulir. Salah satu kandidat yang turut mendaftar yakni Diny Diana Farida.
Pendaftaran ini menjadi langkah awal bagi Diny Diana Farida untuk berkontribusi lebih luas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Cianjur.
Dengan latar belakang pengalaman di bidang sosial dan hukum, ia dinilai memiliki potensi dalam memperkuat peran Baznas sebagai lembaga strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam dokumen daftar riwayat hidup yang diserahkan, Diny Diana Farida tercatat sebagai seorang perempuan kelahiran Cianjur.
Ia memiliki riwayat pendidikan formal yang dimulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, ia juga aktif mengikuti pendidikan nonformal, termasuk pelatihan advokat pada tahun 2020 serta keterlibatan dalam yayasan bantuan hukum.
Pengalaman kerja yang dimiliki Diny juga menunjukkan keterlibatannya dalam berbagai bidang, termasuk lembaga sosial dan organisasi masyarakat.
Pada periode 2023 hingga 2026, ia tercatat aktif dalam sebuah lembaga yang semakin memperkuat kapasitasnya dalam manajemen organisasi dan pelayanan publik.
Tidak hanya itu, pengalaman organisasi yang dimilikinya sejak tahun 2020 turut menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
Diny pernah menjabat sebagai anggota dalam sebuah organisasi, yang memberinya pengalaman dalam bekerja secara kolektif serta memahami dinamika kepemimpinan.
Dalam pernyataannya melalui dokumen resmi, Diny Diana Farida menegaskan bahwa seluruh data yang disampaikan adalah benar.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab secara hukum apabila ditemukan ketidaksesuaian data di kemudian hari.
“Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Apabila di kemudian hari terdapat ketidakbenaran data yang saya berikan, maka saya bersedia dituntut sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tulisnya dalam dokumen tersebut yang ditandatangani pada 22 April 2026.
Keikutsertaan Diny Diana Farida dalam seleksi ini diharapkan dapat membawa perspektif baru, khususnya dalam penguatan peran perempuan di lembaga pengelola zakat.
Selain itu, komitmennya dalam bidang sosial dan hukum juga dinilai relevan dengan tugas Baznas dalam mendistribusikan zakat secara tepat sasaran.
Proses seleksi pimpinan Baznas Kabupaten Cianjur sendiri akan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi, hingga wawancara.
Tim seleksi menargetkan terpilihnya figur-figur terbaik yang memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
Dengan semakin banyaknya kandidat yang mendaftar, diharapkan proses seleksi ini mampu menghasilkan pimpinan Baznas yang mampu menjawab tantangan ke depan, terutama dalam meningkatkan penghimpunan dan pendistribusian zakat untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cianjur. (**)












