CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur melakukan langkah antisipasi terhadap potensi pohon tumbang, terutama di kawasan jalur rawan bencana dan wilayah perkotaan.
Kabid Tata Lingkungan DLH Cianjur, Ade Bobon Sutrisman, mengatakan kegiatan pemangkasan telah dilakukan di sejumlah jalur arteri.
“Mengantisipasi pohon tumbang, kita sudah melaksanakan pemangkasan pohon di jalur-jalur Cianjur–Bandung, Jalan Raya Puncak, dan di dalam kota juga sudah ada pemangkasan,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Kamis 4 Desember 2025.
Ade Bobon menegaskan, upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan sejumlah instansi, termasuk PUTR Kabupaten Cianjur, Dinas Bina Marga Provinsi Jabar, kementerian, PLN, dan Dishub, mengingat lokasi pohon berada pada jalur yang berbeda-beda kewenangannya.
“Karena pohon itu ada di jalur-jalur jalan nasional, jalan kabupaten, dan provinsi, jadi kita kerja sama untuk pemangkasan pohon. Artinya kita tidak sendiri tetapi bekerja sama dengan dinas atau instansi lain,” jelasnya.
Selain jalur utama, pemangkasan juga dilakukan di jalur selatan seperti wilayah Cibeber, meski baru sebagian karena jumlah pohon yang perlu penanganan cukup banyak. Prioritas diberikan pada titik rawan, terutama kawasan perkotaan dan lokasi yang banyak laporan dari masyarakat.
Untuk menentukan pohon yang perlu dipangkas atau ditebang, DLH terlebih dahulu melakukan inventarisasi terhadap pohon yang sudah lapuk, kering, dan berpotensi membahayakan. Laporan masyarakat juga menjadi salah satu sumber utama penindakan.
“Kalau sekiranya cukup dipangkas, kita pangkas. Tapi kalau sudah membahayakan, kita tebang. Saat ini masih berjalan secara bertahap,” pungkasnya.












