Operasi Cipta Kondisi Jelang Ramadan, Satpol PP Cianjur Amankan 11 PSK

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur menggencarkan razia ke sejumlah kos-kosan dan lokasi rawan prostitusi.(istimewa)

CIANJUREKSPRES.ID – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur menggencarkan razia ke sejumlah kos-kosan dan lokasi rawan prostitusi.

Operasi cipta kondisi tersebut dilakukan Selasa 3 Februari 2026 malam hingga Rabu pagi, sebagai upaya menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, mengatakan, razia difokuskan pada kos-kosan, warung remang-remang, serta tempat hiburan malam yang diduga kerap dijadikan lokasi praktik prostitusi.

“Kegiatan operasi ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Kami menyisir kos-kosan dan tempat-tempat yang terindikasi terdapat praktik prostitusi,” kata Djoko wartawan, Kamis 5 Februari 2026.

Menurutnya, operasi tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Cianjur Kota, Cilaku, Karangtengah, Sukaluyu, dan Kecamatan Cipanas. Dari hasil razia, petugas mengamankan sebanyak 11 orang wanita yang diduga sebagai Penjaja Seks Komersial (PSK).

“Dalam razia ke sejumlah lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 11 orang PSK. Selanjutnya, setelah dilakukan asesmen, mereka akan dikirim ke UPTD Pusat Pelayanan Sosial (PPS) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di Kampung Nagrak, Kabupaten Sukabumi, untuk menjalani pembinaan,” ujarnya.

Djoko menjelaskan, para PSK tersebut akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan keterampilan selama tiga bulan. Pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal agar mereka tidak kembali ke dunia prostitusi.

“Mudah-mudahan setelah diberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan, mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain pelatihan keterampilan, di sana juga diberikan pembinaan kerohanian agar mereka kembali ke jalan yang benar,” pungkasnya.

Penulis: Moch Nursidin Editor: Herry Febriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *