CIANJUREKSPRES.ID – M. Abdul Rohim Rijlki ditetapkan sebagai Ketua Terpilih Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Cianjur periode 2026-2027.
Konferensi Cabang (Konfercab) ke 22 itu digelar di Gedung PCNU Kabupaten Cianjur pada Sabtu 31 Januari 2026.
Demisioner Ketua Cabang PMII Kabupaten Cianjur, Sahabat Saepul Rohman menegaskan pentingnya menjaga nilai dasar PMII dalam setiap proses organisasi. Sehingga konfercab tersebut harus berjalan sesuai dengan ketentuan AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) PMII.
“PMII dibangun atas dasar nilai intelektualitas dan moralitas. Jika ada proses yang tidak sesuai mekanisme, maka itu harus dibenahi, bukan ditutup-tutupi. Transparansi dalam setiap tahapan kaderisasi merupakan keharusan, termasuk kelengkapan administrasi serta pemenuhan syarat kelengkapan berkas maupun tahapan pengkaderan lainnya,” katanya, Minggu 1 Februari 2026.
Ketua Badan Pekerja Konfercab (BPK), Usep M Fauzi menegaskan, bahwa seluruh rangkaian Konfercab telah dilaksanakan secara terbuka, partisipatif, dan berlandaskan aturan organisasi.
“BPK memastikan bahwa seluruh tahapan Konfercab PMII Kabupaten Cianjur berjalan sesuai AD/ART dan PO. Setiap keputusan yang dihasilkan merupakan hasil musyawarah forum tertinggi di tingkat cabang dan memiliki legitimasi organisasi,” katanya.
Maka berdasarkan pertimbangan diatas lanjut dia, M Abdul Rohim Rijki terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Cabang PMII Kabupaten Cianjur masa khidmat 2026–2027.
“Penetapan ini dinyatakan sah, legal, dan sesuai mekanisme organisasi,” katanya.
Sementara itu Ketua Cabang PMII Kabupaten Cianjur terpilih, M. Abdul Rohim Rijki, mengatakan komitmennya untuk menjaga marwah organisasi serta merangkul seluruh kader PMII Kabupaten Cianjur pasca-Konfercab.
“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Saya mengajak seluruh kader PMII Kabupaten Cianjur untuk kembali memperkuat persatuan, menghormati hasil forum, serta bersama-sama membangun PMII yang berlandaskan nilai keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas,” katanya.
Selain itu, dia mengatakan adanya perbedaan dalam dinamika Konfercab merupakan hal wajar, namun persatuan dan kaderisasi tetap menjadi prioritas utama.
“Dengan terselenggaranya Konfercab ini, diharapkan kepemimpinan baru PMII Kabupaten Cianjur dapat melanjutkan estafet perjuangan organisasi secara konsisten, transparan, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kaderisasi serta pengabdian kepada masyarakat,” katanya.












