CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan berintensitas tinggi yang diprakirakan mengguyur wilayah Cianjur selama tiga hari ke depan.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana alam, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Cianjur dalam beberapa hari ke depan.
“Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, hujan bisa saja terjadi selama tiga hari ke depan terhitung mulai 21 hingga 23 September 2026,” ujarnya, Senin 21 September 2026.
Menurutnya, curah hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi bencana alam di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, seperti tanah longsor, pergerakan tanah dan banjir.
“Beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah bencana alam yaitu, di Cianjur selatan, Kecamatan Mande, Cipanas, dan Pacet hingga wilayah Kota Cianjur,” katanya.
Selain itu, Samudra juga menuturkan bahwa potensi tanah longsor di Cianjur selatan juga sering menutup akses jalan yang selalu digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
“Jika terjadi tanah longsor, kita selalu berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat agar menurunkan alat berat untuk penanganan tanah longsor yang menutupi badan jalan,” tuturnya.
Selain itu, BPBD terus berkoordinasi dengan Relawan Tangguh Bencana (Retana) di sejumlah wilayah Cianjur untuk mempercepat pelaporan apabila terjadi bencana alam.
“Kami juga berharap, warga yang tinggal di lereng atau bukit, ketika terjadi hujan deras dengan durasi lama supaya mengungsi dulu ke lokasi atau rumah kerabat yang lebih aman,” imbau Samudra.
Dia menambahkan, hujan deras dengan intensitas tinggi telah memicu sejumlah bencana, di antaranya banjir dan tanah longsor, serta berdampak terhadap puluhan rumah warga.












