CIANJUREKSPRES.ID- Erupsi gunung api merupakan salah satu bencana alam yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di wilayah sekitar gunung. Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dianjurkan untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memanjatkan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang dikenal luas di kalangan masyarakat Muslim Indonesia adalah doa tolak bala, yakni doa yang berisi permohonan agar Allah SWT mengangkat kesulitan, menjauhkan musibah, serta memberikan keselamatan kepada hamba-Nya.
Doa tersebut antara lain dikenal dalam kumpulan doa dan zikir Imam Nawawi. Berikut bacaan doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi musibah, termasuk saat terjadi erupsi gunung.
Doa Tolak Bala ketika Musibah Datang
Salah satu doa yang dikenal luas di kalangan masyarakat Muslim Indonesia adalah doa memohon agar Allah mengangkat bala dan musibah. Doa ini terdapat dalam kitab Adzkar Imam Nawawi.
Berikut adalah bacaan doa saat gunung erupsi versi pertama:
اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ، يَا فَارِجَ الْهَمِّ، وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ، يَا مَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ، يَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللَّهُ، وَيَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحْمَنُ، وَيَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحِيمُ
Allahumma bi haqqi al-Fatiha wa sirri al-fatiha, ya Farija al-hammi, ya Kasyifa al-ghammi, ya man li ibadihi yaghfiru ya yarhamu, ya dafi’a al-bala’u ya Allah, ya Dafi’a al-bala’u, ya rahman, ya dafial al balau ya rahim
Artinya: Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah dan rahasia Al-Fatihah, wahai Dzat yang menghilangkan kesusahan, wahai Dzat yang melenyapkan kesedihan, wahai Dzat yang mengampuni dan menyayangi hamba-Nya, wahai Dzat yang menolak bala, wahai Allah, wahai Dzat yang menolak bala, wahai Dzat Yang Maha Pengasih, wahai Dzat yang menolak bala, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.
Doa tersebut dapat dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Namun, doa tetap perlu disertai ikhtiar nyata, terutama dengan mengikuti arahan petugas kebencanaan, memperhatikan informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, serta segera menjauh dari wilayah berbahaya apabila terdapat perintah evakuasi.
Ketika musibah terjadi, masyarakat juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, zikir, dan doa, sekaligus saling membantu serta menjaga ketenangan. Keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat yang terdampak erupsi, menjauhkan segala marabahaya, memberikan keselamatan kepada warga, serta memudahkan proses penanganan dan evakuasi.












