CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mulai mendorong pengembangan bawang putih sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, pengembangan bawang putih memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Cianjur.
“Potensinya di sini saja sudah 48,5 hektare. Hasilnya satu hektare rata-rata kurang lebih 15 ton, ya bervariasi,” kata Wahyu usai melaksanakan penanaman bawang putih serentak dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional, di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Rabu 19 Agustus 2026.
Wahyu menjelaskan, saat ini di Kabupaten Cianjur terdapat sekitar enam hektare lahan yang sedang dikembangkan untuk budidaya bawang putih. Khusus di kawasan Ciherang, lahan yang digunakan pada tahap awal mencapai sekitar 1,5 hektare.
“Kebetulan untuk di Cianjur di sini saja, di Ciherang, kurang lebih lahan yang dipakai untuk bawang putih itu ada 1,5 hektare. Dan di Cianjur sendiri ada 6 hektare yang saat ini sedang diperbarui untuk bawang putih,” jelasnya.
Menurutnya, bawang putih merupakan salah satu komoditas penting karena menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Maka dari itu, pengembangan komoditas tersebut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi daerah, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap bawang putih impor.
“Kami ingin menggerakkan bawang putih ini agar kita bisa swasembada, agar tidak lagi tergantung dengan impor,” katanya.
Wahyu berharap, ke depan Cianjur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat menjadi salah satu daerah pemasok bawang putih bagi kabupaten/kota di sekitar Cianjur.
“Kami bisa menjadi pemasok bagi kabupaten kota di sekitar sebagai penunjang. Kami harap bisa meningkatkan bukan hanya PAD (Pendapatan Asli Daerah) saja, tetapi juga perekonomian warga masyarakat, terutama petani-petani yang ada di Kabupaten Cianjur,” tuturnya.
Dia menyebut, Pemkab Cianjur juga mulai menyiapkan visi jangka panjang agar komoditas pertanian tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi dapat memiliki nilai tambah melalui pengolahan.
Wahyu mengatakan, Cianjur ke depan diarahkan menjadi salah satu destinasi wisata pangan dengan berbagai komoditas unggulan yang dimiliki.
“Tentunya sesuai dengan harapan kami. Kami melihat Cianjur ke depan itu menjadi destinasi wisata pangan. Kami ingin komoditas pangan di Cianjur, mau itu bawang putih, beras, sayuran, gula, kelapa dan lain sebagainya bisa menghasilkan di atas ekspektasi kita produktivitasnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengembangan pertanian tersebut akan dilakukan melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan.
“Kedepan kami harap hasil dari pertanian kami bisa kami tingkatkan, baik dengan intensifikasi maupun ekstensifikasi,” pungkasnya.












