CIANJUREKSPRES.ID – Yayasan Apologet Islam Indonesia (APII) bersama Komunitas Peduli Mualaf (Kopimu) Ciranjang meresmikan renovasi Masjid di Kampung Rawaselang Pasir Sereh RT 04/RW 05, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Minggu 9 Agustus 2026.
Renovasi masjid yang sebelumnya dinilai tidak layak digunakan tersebut dilakukan selama kurang lebih tiga pekan. Pembiayaan renovasi berasal dari dana umat.
Ketua Umum APII, Ustaz M. Thamrin LC, mengatakan, kondisi masjid saat pertama kali didatangi cukup memprihatinkan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan ibadah dan keagamaan.
“Waktu pertama kali datang ke sini, masjid ini memang tidak layak untuk dipergunakan sebagai sumber dari segala sumber keislamannya, terutama untuk salat, menimba ilmu, ngaji dan seterusnya. Maka kami berinisiatif agar masjid ini layak. Alhamdulillah sekarang kita lihat hasilnya,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres.
Menurutnya, renovasi masjid tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik bangunan. Setelah selesai direnovasi, masjid harus dihidupkan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan menjadi pusat pembinaan masyarakat.
“Setelah jadinya masjid ini, jangan dijadikan pajangan. Tentu harus diaktifkan, dimakmurkan, diisi dan kemudian disebarluaskan bahwa ada masjid di tengah-tengah gereja yang megah. Supaya umat Islam itu tertarik,” katanya.
Dia juga menyebut, pihaknya mendapat informasi mengenai rencana pembangunan sekolah di kawasan tersebut. Karena itu, madrasah yang berada di lingkungan sekitar masjid dinilai perlu mendapat perhatian agar dapat menjadi tempat pendidikan dan kajian Islam bagi generasi muda.
“Ini masih perlu dibangun, rencananya membangun sekolah. Madrasahnya juga harus diperbaiki sebagai sumber kajian Islam bagi anak-anak generasi muda ke depan,” tuturnya.
Renovasi tersebut menjadi kegiatan pertama APII di Kabupaten Cianjur. Ke depan, pihaknya membuka peluang untuk bersinergi membantu masjid lain yang membutuhkan, bersama Makassar Muallaf Center Indonesia, sesuai kemampuan tenaga dan pendanaan yang tersedia.
“Untuk yang pertama kali baru Cianjur. Insya Allah ke depannya kami akan selalu bersinergi apabila ada masjid yang perlu bantuan,” ujarnya.
Selain renovasi bangunan, APII juga berencana membantu kebutuhan dasar masjid, salah satunya penyediaan sumber air.
“Terutama mengenai sumber air. Sumber air juga kita akan berusaha untuk bantu,” katanya.
Dia berharap masjid yang telah direnovasi tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan dan pembinaan keislaman bagi masyarakat sekitar.
“Harapan yang besar itu adalah masjid ini bisa dimakmurkan, yang paling utama. Kemudian yang kedua, semoga masjid ini bisa menjadi sebab tersebarnya ajaran agama Islam dan kuat berkokohnya keimanan keislaman di daerah ini khususnya,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari masyarakat, lingkungan sekitar masjid dihuni masyarakat dengan latar belakang agama yang beragam. Karena itu, keberadaan masjid diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan bagi umat Islam.
“Keberadaan masjid ini kami harapkan bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan, menjadi sumber kekuatan dan benteng bagi umat Islam, khususnya yang ada di daerah sini,” katanya.
Selain itu, dia berharap, keberadaan masjid tersebut dapat mempererat persaudaraan sesama umat Islam di berbagai daerah.
“Semoga ini bisa menjadi sebab kebaikan untuk kita sesama Muslim, terjalin persaudaraannya di manapun berada,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Mualaf (Kopimu) Ciranjang, Agus Setiawan, mengatakan, renovasi masjid tersebut merupakan bagian dari program perbaikan rumah ibadah yang dinilai sudah membutuhkan pembenahan.
“Pada 1 Juli ada program rehab masjid, karena memang ini waktunya direhab. Cat sudah tidak layak, akhirnya direhab,” kata Agus.
Dia berharap, kehadiran APII tidak hanya sebatas memberikan bantuan renovasi fisik masjid, tetapi juga ikut memperkuat pembinaan akidah masyarakat, khususnya para mualaf.
“Harapannya APII tidak hanya sebatas renovasi masjid, tapi ikut menguatkan akidah. Mudah-mudahan dengan adanya APII ini binaan kita makin luas,” ujarnya.
Agus juga berharap sinergi antara Kopimu, APII dan berbagai pihak dapat memperluas kegiatan dakwah serta pembinaan mualaf di wilayah Ciranjang dan sekitarnya.
“Pertumbuhan mualaf terbesar 2026 sampai 2011, mudah-mudahan dengan dakwah kita semua, khususnya dari MUI yang mendukung kita, mudah-mudahan Muslim di kita semakin bertambah,” katanya.
Dia menambahkan, kondisi kerukunan antarumat beragama di wilayah tersebut sejauh ini berjalan dengan baik.
“Untuk kerukunan, Alhamdulillah semakin rukun,” pungkasnya.
Di sisi lain, APII menyebut kegiatan renovasi masjid tersebut menjadi bagian dari langkah awal organisasi untuk terjun langsung dalam kegiatan sosial berupa pembangunan dan renovasi rumah ibadah.
Selain di Cianjur, APII juga telah memberikan perhatian terhadap masjid di Jawa Tengah dan Makassar. Secara keseluruhan, terdapat sekitar tiga masjid yang menjadi bagian dari tahap awal kegiatan tersebut.
“Untuk tahap ini baru pertama ini, satu lagi di Jawa Tengah, dan Makassar satu, jadi tiga,” ujarnya.
Sebelumnya, APII lebih banyak bergerak dalam forum diskusi lintas agama dengan menghadirkan narasumber dan berdiskusi langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Kegiatan renovasi masjid menjadi salah satu bentuk perluasan kegiatan sosial organisasi.
“Fokus kita itu adalah forum diskusi lintas agama, di mana kita sebagai narasumber berjumpa langsung, berdiskusi dengan sebagian kawan-kawan kita yang beragama selain Islam. Untuk terjun ke dalam hal-hal seperti ini, merenovasi masjid atau yang seperti itu, kita baru memulai,” katanya.
Ke depan, APII berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masjid yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan.
“Kami berharap kepada Allah SWT, semoga ini bukan yang terakhir. Mudah-mudahan masih ada masjid-masjid berikutnya yang bisa kita ikut berkolaborasi, sehingga kita juga bisa meraih pahala jariyahnya bersama,” pungkasnya.












