Musim Kemarau, Debit Air Saluran Irigasi di Sejumlah Wilayah Menurun

Ilustrasi-Debit air menurun di saluran irigasi akibat musim kemarau. (Foto : Gemini AI)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPH) Kabupaten Cianjur sebut debit air saluran irigasi di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan, akibat terdampak musim kemarau.

Kabid Tanaman Pangan DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana, mengatakan, berdasarkan laporan terbaru di lapangan kondisi debit air di hulu irigasi Cihea turun dari angka 7000 ke 2900.

“Debit air di irigasi Cihea tersebut mengalami penurunan sejak memasuki musim kemarau. Saluran irigasi tersebut untuk mengairi sekitar 5.400 hektar lahan pesawan di Kecamatan Ciiranjang, Bojongpicung, dan sebagian Haurwangi,” ujarnya, Rabu 5 Agustus 2026.

Selain Cihea, lanjut dia, irigasi Babancong Kecamatan Takokak, Cibalagung Kecamatan Mande, Cihelang Kecamatan Karangtengah dan wilayah lainnya debit air mengalami penurunan.

“Akibat menurunan debit air di sejumlah irigasi tersebut berdampak terhadap daya jangkau area lahan pesawahan,” katanya.

Dandan menuturkan, pihaknya telah melakukan antisipasi penurunan debit air di irigasi dengan cara merotasi penjadwalan tergantung dari fase pertumbuhan tanaman.

“Jadi, tidak semua fase pertumbuhan tanaman itu membutuhkan air. Namun untuk fase vegetatif atau awal yang paling rentan itu akan didahulukan,” ujarnya.

Menurutnya, penjadwalan saluran irigasi ketika terjadi penurunan debit air masyarakat sering tidak disiplin terhadap jadwal yang telah ditentukan, sehingga berpotensi menambah permasalahan.

“Karena itu, kita terus-terusan mengedukasi masyarakat di lapangan supaya disiplin dalam penjadwalan air di irigasi. Jadi perlu banyak pihak yang harus terlibat dalam penjadwalan air untuk lahan pertanian,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *