CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menargetkan penyelesaian perbaikan ruang kelas dengan kondisi rusak sedang, rusak berat, serta kekurangan ruang belajar di jenjang sekolah dasar (SD) dalam dua tahun ke depan melalui optimalisasi berbagai sumber pendanaan.
Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rifki, mengatakan, pada 2026 jumlah ruang kelas belajar SD di Kabupaten Cianjur mencapai 8.984 ruang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.045 ruang dalam kondisi baik, 1.605 ruang mengalami rusak ringan, 1.952 ruang rusak sedang, dan 382 ruang rusak berat.
“Anggaran tahun 2026 kami maksimalkan untuk perbaikan ruang kelas rusak sedang dan rusak berat melalui APBD maupun APBN,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 29 Juli 2026.
Menurut Rifki, untuk sekolah yang masih mengalami kekurangan ruang kelas, proses pembelajaran sementara diatur dengan sistem jadwal bergilir tanpa mengurangi jumlah jam belajar, terutama bagi siswa kelas bawah, yakni kelas 1 dan kelas 2.
Dia menyebut, kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Cianjur, dalam upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
“Keadaan ini menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Cianjur untuk terus merevitalisasi satuan pendidikan, khususnya ruang kelas yang mengalami rusak sedang dan rusak berat,” ujarnya.
Rifki menjelaskan, Pemkab Cianjur melalui Disdikpora terus mengoptimalkan anggaran APBD serta mengusulkan bantuan kepada pemerintah pusat melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Selain itu, pihaknya juga mengajukan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk rehabilitasi ruang kelas.
Dia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan kerusakan ruang kelas. Namun, untuk sementara waktu kondisi tersebut masih dapat diatasi dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak maupun ruang penunjang pembelajaran, seperti laboratorium dan perpustakaan, sebagai ruang belajar sementara.
“Kendala tentu ada, tetapi masih bisa diatasi untuk sementara waktu. Untuk ruang kelas yang rusak sedang dan berat, kami memanfaatkan ruang kelas yang kondisinya baik atau ruang pendukung pembelajaran seperti laboratorium dan perpustakaan,” katanya.
Rifki berharap, seluruh persoalan ruang kelas rusak dan kekurangan ruang belajar dapat dituntaskan dalam dua tahun mendatang melalui sinergi pendanaan dari pemerintah maupun pihak swasta.
“Kami berharap penyelesaian ruang kelas rusak sedang dan berat serta kekurangan ruang kelas belajar bisa diselesaikan dan tuntas dalam dua tahun ke depan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada, baik melalui anggaran pemerintah maupun dukungan dari pihak swasta,” pungkasnya.












