CIANJUREKSPRES.ID- Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari virus, bakteri, atau zat berbahaya justru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.
Hingga saat ini, penyebab penyakit autoimun tidak bisa dikaitkan dengan satu faktor saja. Kondisi tersebut umumnya muncul akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Meski demikian, terdapat sejumlah hal yang diduga dapat berperan dalam meningkatkan risiko atau memicu munculnya penyakit autoimun pada orang yang memiliki kerentanan tertentu.
Berikut lima hal yang perlu diperhatikan.
1. Faktor genetik
Riwayat keluarga dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit autoimun. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit autoimun dapat mempunyai kecenderungan genetik tertentu.
Namun, memiliki riwayat keluarga bukan berarti seseorang pasti akan mengalami autoimun. Faktor genetik biasanya berinteraksi dengan faktor lingkungan dan kondisi tubuh lainnya.
2. Infeksi tertentu
Beberapa jenis infeksi dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Pada sebagian orang yang memiliki kerentanan tertentu, infeksi diduga dapat menjadi salah satu pemicu munculnya respons imun yang tidak normal.
Karena itu, menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, dan mendapatkan penanganan yang tepat ketika mengalami infeksi tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
3. Stres berkepanjangan
Stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, termasuk sistem kekebalan.
Stres bukan penyebab tunggal penyakit autoimun. Meski begitu, pada orang yang sudah memiliki kondisi tertentu, stres dapat berperan dalam memperburuk gejala atau memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.
4. Kebiasaan merokok
Merokok tidak hanya berhubungan dengan penyakit paru-paru dan jantung. Paparan zat kimia dari rokok juga dapat memengaruhi sistem kekebalan dan meningkatkan risiko sejumlah penyakit autoimun tertentu.
Berhenti merokok menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengurangi berbagai risiko penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan tersebut.
5. Pola hidup yang kurang sehat
Pola hidup secara keseluruhan juga penting untuk diperhatikan. Kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan tubuh dapat memengaruhi kondisi tubuh dan sistem kekebalan.
Meski pola hidup tidak dapat disebut sebagai penyebab langsung autoimun, menjaga pola hidup sehat tetap menjadi bagian penting dalam mempertahankan kondisi tubuh.
Kenali Gejala dan Jangan Mendiagnosis Sendiri
Penyakit autoimun memiliki banyak jenis dan gejalanya dapat berbeda-beda. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain kelelahan berkepanjangan, nyeri atau pembengkakan pada sendi, gangguan kulit, demam berulang, hingga gangguan pada organ tertentu.
Namun, gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit autoimun karena dapat ditemukan pada berbagai kondisi kesehatan lainnya.
Jika mengalami keluhan yang berlangsung lama atau berulang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Yang terpenting, jangan langsung menyimpulkan bahwa kebiasaan tertentu pasti menyebabkan autoimun. Penyakit autoimun merupakan kondisi kompleks yang melibatkan berbagai faktor, sehingga diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis.












