CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur memperkirakan hujan deras akan turun selama dua pekan dan berpotensi tanah longsor serta pergerakan tanah.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi hujan masih akan terjadi di wilayah Cianjur.
“Bahkan, potensi hujan deras diperkirakan akan terjadi selama dua pekan kedepan. Saat ini pun hujan masih sering terjadi sejak pagi sampai malam,” katanya, Kamis 12 Februari 2026.
Namun lanjut dia, hingga saat ini belum ada laporan bencana alam tanah longsor atau pun pergerakan tanah.
“Laporan terakhir tanah longsor terjadi di Kecamatan Campakamulya. Tanah longsor itu membuat beberapa rumah warga, dan beberapa titik jalan tertutup material longsor. Namun sudah bisa ditangani serta dilalui kendaraan,” kata Asep.
BPBD Cianjur pun meminta masyarakat tetap waspada, karena potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan terjadi selama dua pekan ke depan.
“Masyarakat terutama yang ada di wilayah rawan bencana alam seperti di Cianjur Selatan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” ucap Asep.
Asep mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur masih menetapkan status siaga bencana alam sampai April 2026.
“Kita terus memantau beberapa titik wilayah yang sering terjadi terdampak bencana alam, melalui relawan tangguh bencana, pemerintah desa dan kecamatan,” pungkasnya.












