Warnas ‘Legend’ Ma Titing di Warujajar Terbakar Akibat Kebocoran Gas, Saksi Dengar Ledakan

Warnas ‘Legend’ Ma Titing di Warujajar Terbakar Akibat Kebocoran Gas, Saksi Dengar Ledakan
Petugas Damkar Kabupaten Cianjur saat menangani kebakaran di Jalan K.H Hasyim Ashari, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur pada Kamis 4 Desember 2025. (Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Kebakaran melanda Warung Nasi (Warnas) legendaris Ma Titing yang berada di Jalan K.H. Hasyim Ashari atau yang dikenal dengan Warujajar, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, pada Kamis, 4 Desember 2025, malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan dipicu oleh kebocoran gas elpiji.

Petugas Damkar Kabupaten Cianjur, Reky, menyampaikan informasi pertama kali dia terima melalui pesan WhatsApp pribadi dari warga yang melaporkan adanya kebakaran di lokasi.

“Saya langsung teruskan ke grup WhatsApp dan tim merespons cepat menuju lokasi,” kata Reky saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, pada tahap awal, Damkar mengerahkan dua armada truk pemadam (fire truck), dari Pos 1 Cianjur. Namun karena api cepat membesar, pihaknya menambah satu armada lagi dari Pos 2 Ciranjang.

“Total ada tiga unit Damkar dan dua unit truk penyuplai air dari Disperkim, jadi ada 5 mobil, serta sekitar 30 personel di lapangan,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan keterangan saksi yang merupakan keponakan pemilik warung, kebakaran berawal saat proses penggantian regulator gas elpiji di dapur.

“Saat itu ada dua tabung 3 kilogram dan empat tungku kompor dalam kondisi menyala. Ketika regulator diganti, terjadi kebocoran gas. Upaya penanganan awal dilakukan dengan kain basah, tapi malah semakin membesar. Karena panik, regulator dilempar, lalu saat dicek kembali terjadi ledakan,” katanya.

Akibat ledakan tersebut, saksi yang berada di dekat sumber api terpental dan berusaha menyelamatkan diri hingga jatuh di dekat masjid yang berada tak jauh dari warung nasi tersebut.

“Jadi di dalam warung nasi itu lagi ada dua orang, satu si cowok itu (keponakan pemilik warnas), satu lagi cewek. Nah si cowok ini lah yang terpental terus panik sampai melarikan diri terus jatuh dekat masjid. Untuk si cewek itu berhasil keluar terlebih dahulu. Semuanya selamat,” katanya.

Dia menambahkan, api dapat dipadamkan sekitar pukul 20.40 WIB. Dengan begitu, proses penanganan berlangsung kurang lebih satu jam. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Penanganan kurang lebih satu jam, tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah ini,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *