CIANJUREKSPRES.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur mencatat tingkat okupansi atau hunian hotel selama libur Hari Raya Idulfitri 2026 mencapai 69 persen.
Rata-rata tingkat okupansi hunian hotel di wilayah Kabupaten Cianjur tersebut mulai mengalami peningkatan pada Sabtu 21 Maret 2026.
Ketua PHRI Kabupaten Cianjur, Nano Indrapraja, mengatakan, tingkat hunian hotel di Cianjur mengalami peningkatan pada H+2 lebaran atau Senin 23 Maret 2026.
“Sebelumnya, tingkat okupansi hunian hotel pada malam takbir lebaran belum menunjukan peningkatan terlihat. Namun dua hari setelah Hari Raya tingkat hunian mulai meningkat,” katanya, Rabu 25 Maret 2026.
Berdasarkan data yang didapat lanjut dia, dari beberapa anggota PHRI Kabupaten Cianjur tingkat hunian hotel pada libur Lebaran 2026 tercatat sekitar 69 persen.
“Dari Sabtu 21 Maret 2026 hingga Selasa 24 Maret 2026, tingkat okupansi hunian hotel paling tinggi terjadi pada Senin 23 Maret lalu mencapai 83 persen, bahkan dibeberapa hotel ternama bisa lebih tinggi,” katanya.
Nano mengatakan, peningkatan hunian hotel tersebut diperkirakan masih akan terjadi pekan terakhir bulan Maret tepatnya pada Minggu 29 Maret 2026. Namun jumlahnya tidak akan lebih tinggi dari pekan sebelumnya.
“Peningkatan masih akan terjadi tetapi tidak signifikan karena pegawai negeri dan swasta di beberapa sektor lainnya sudah mulai masuk kerja,” katanya.
Selain itu, dia mengatakan pada momentum libur Hari Raya Idul Fitri 2026 okupansi hunian hotel didominasi warga asal Jakarta, Bogor dan Bandung serta daerah lainnya.
“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pun tingkat hunian hotel di Kabupaten Cianjur hampir masih sama dengan tahun sebelumnya, bahkan dengan pada saat libur tahun baru kemarin,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus mengingatkan para pengelola hotel untuk mempertahankan pencapaian tersebut, dan terus menjalani berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.
“Kita terus meminta Pemda setempat untuk memiliki agenda rutin tahunan supaya tingkat okupansi hunian di wilayah Kabupaten Cianjur meningkat,” katanya.












