CIANJUREKSPRES.ID – Sebuah rumah milik warga di Kampung Nyantoni RT 02/RW 06, Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Rumah milik Ade Nurdin (45) itu terlihat rusak berat dan nyaris ambruk sehingga menyita perhatian warga.
Ketua RT setempat, Uus Supriatna, mengatakan, kondisi rumah tersebut memang sudah lama mengalami kerusakan dan dinilai sudah tidak layak ditempati. Menurutnya, kerusakan bangunan bukan disebabkan bencana alam, melainkan karena faktor usia bangunan yang sudah tua.
“Memang benar kondisi rumahnya sudah tidak layak huni. Saya juga tidak menutupi fakta itu,” ujar Uus kepada wartawan, Selasa 19 Mei 2026.
Dia menjelaskan, pihak RT sebelumnya telah menyampaikan laporan dan mengusulkan bantuan perbaikan rumah kepada pihak terkait. Namun, proses penanganan dan realisasi bantuan berada di luar kewenangannya sebagai ketua RT.
“Saya sudah melaporkan dan mengajukan bantuan, tetapi keputusan bukan di tingkat RT,” jelasnya.
Uus menambahkan, pemilik rumah diketahui tinggal seorang diri. Sementara anak-anaknya sudah berkeluarga dan tinggal bersama pasangan masing-masing. Menurut dia, penilaian kondisi ekonomi keluarga juga perlu dilihat lebih jauh.
“Kalau soal ekonomi saya tidak bisa langsung menyimpulkan miskin atau tidak, karena ada anaknya yang sudah bekerja,” ucapnya.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Langensari, Asep Misbah, mengaku baru mengetahui kondisi rumah tersebut setelah videonya ramai di media sosial. Dia menyebut dirinya belum lama menjabat sehingga informasi tersebut baru diterimanya belakangan ini.
“Kalau kondisi rumahnya memang cukup memprihatinkan. Saya juga baru mengetahui setelah viral,” katanya.
Menurutnya, pemerintah desa sudah melakukan pengecekan langsung bersama perangkat desa guna melihat kondisi bangunan secara detail. Langkah penanganan sementara dinilai perlu dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang dapat membahayakan penghuni rumah.
“Kemarin malam kami sudah cek ke lokasi. Kalau memang membahayakan, tentu perlu ada penanganan sementara sambil proses pengajuan bantuan berjalan,” tandasnya.












