Ribuan Guru Ngaji dan Diniyah Kehilangan Bantuan Stimulan Akibat Efisiensi

Ketua Pusat Pengembangan Pendidikan Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (P3DTPQ) Kabupaten Cianjur, H. Muhammad Toha.(Foto: Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Sebanyak lebih dari 10 ribu guru ngaji dan guru Diniyah di Kabupaten Cianjur tahun ini dipastikan tidak menerima bantuan stimulan dari pemerintah. Kondisi tersebut terjadi akibat kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penghentian sementara pemberian apresiasi, kepada para pendidik keagamaan.

Ketua Pusat Pengembangan Pendidikan Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (P3DTPQ) Kabupaten Cianjur, Muhammad Toha, mengatakan, jumlah guru yang terdampak mencapai lebih dari 10 ribu orang yang berasal dari lembaga Pendidikan Diniyah Takmiliyyah dan Pendidikan Al-Qur’an.

“Yang didata P3DTPQ khususnya FKDT dan FKPQ itu sekitar 10 ribuan kisarannya. Karena Diniyah Takmiliyyah ada 7.900-an, pendidikan Al-Qur’an ada sekitar 2.500, jadi sekitar 10.000 lebih,” ujar Toha.

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah memberikan bentuk apresiasi berupa bantuan stimulan yang disalurkan setahun sekali. Namun pada tahun ini, program tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran.

“Perhatian pemerintah terhadap mereka, di tahun sebelumnya ada apresiasi hanya untuk tahun sekali. Ada efisiensi sehingga kita belum memberikan apresiasi itu. Tapi walaupun seperti itu kita tidak akan berhenti di dalam melakukan langkah-langkah, akan terus,” kata Toha kepada Cianjur Ekspres, Selasa 9 Juni 2026.

Toha menegaskan, tidak adanya bantuan stimulan tidak akan menghentikan aktivitas pendidikan keagamaan di berbagai lembaga Diniyah maupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

“Langkahnya terus, kita melakukan pembelajaran, ngawuruk. Tidak sampai Diniyah tutup karena tidak diberi bantuan, terus saja. Tapi manakala ada bantuan, ada perhatian, kita Alhamdulillah,” katanya.

Dia menambahkan, para guru dan ustaz tetap berkomitmen menjalankan tugasnya mendidik santri meskipun tanpa dukungan stimulan dari pemerintah.

“Kalau kita diberi alokasi kita jalankan, kalau tidak ya apa yang mau dikasih. Tapi itu tidak akan menyurutkan para guru, para ustaz tidak akan berhenti mengajar. Itu pasti akan terus,” tegasnya.

Toha berharap, ke depan pemerintah kembali dapat memberikan apresiasi kepada para guru ngaji dan guru Diniyah yang selama ini berperan penting dalam pendidikan keagamaan masyarakat.

“Intinya untuk tahun sekarang memang belum ada bantuan, tapi mudah-mudahan ada apresiasi. Kita berdoa saja, yang membolak-balikkan hati bukan manusia,” katanya.

Selain itu, Toha menjelaskan bahwa pada tahun ini fokus kegiatan lebih diarahkan pada aspek teknis dan penguatan program pendidikan, termasuk penyiapan ijazah bagi peserta didik.

“Kalau sekarang lebih kepada teknis, karena ada pemberlakuan ijazah, kita menyiapkan ijazahnya untuk penguatan kegiatan-kegiatan syiar. Paling ke arah sana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *