Revitalisasi Kampung Budaya Padi Pandanwangi Dimulai, Anggaran Rp4,1 Miliar

Pemkab Cianjur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai melakukan revitalisasi Kampung Budaya Padi Pandanwangi pada Agustus 2026.(Foto : Dok. Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Pemkab Cianjur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai melakukan revitalisasi Kampung Budaya Padi Pandanwangi pada Agustus 2026. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan hingga akhir Desember 2026.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan, saat ini proses revitalisasi telah memasuki tahap persiapan pembangunan.

“Revitalisasi pembangunan Kampung Padi Budaya Pandanwangi kita mulai di Agustus ini. Untuk mulai pembangunan sudah tahap persiapan, mudah-mudahan di akhir tahun atau di pertengahan Desember ini sudah selesai pekerjaannya,” ujar Yudha kepada Cianjur Sukabumi Ekspres, Rabu 26 Agustus 2026.

Dia menyebutkan, revitalisasi tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp4,1 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur.

Sejumlah infrastruktur akan diperbaiki dan ditata kembali, di antaranya rumah adat yang kondisinya sudah mengalami kerusakan. Rumah adat tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tempat menginap atau homestay bagi wisatawan.

Selain itu, Pemkab Cianjur juga akan membangun fasilitas restoran yang sebelumnya belum tersedia di kawasan tersebut. Restoran itu nantinya diharapkan dapat menyajikan makanan khas Cianjur, dengan bahan utama beras Pandanwangi.

“Selain itu kita menyiapkan fasilitas restoran yang sebelumnya tidak ada. Itu sangat penting untuk kunjungan wisatawan. Kami menginginkan restoran di sana menyediakan makanan atau menyajikan beras padi Pandanwangi,” katanya.

Revitalisasi juga mencakup penataan akses jalan di sekitar kawasan Kampung Budaya Padi Pandanwangi, serta perbaikan fasilitas lainnya yang kondisinya sudah rusak.

Menurut Yudha, minimnya fasilitas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut mengalami penurunan. Selama ini, wisatawan hanya dapat melihat sejumlah rumah adat, sementara fasilitas pendukung seperti tempat makan belum tersedia secara optimal.

“Kalau sekarang kita lihat, kita hanya bisa mengunjungi rumah adat yang sudah rusak, mungkin ada sebagian yang masih baru, kemudian juga tidak adanya tempat makan,” ungkapnya.

Yudha menuturkan, revitalisasi dilakukan karena Kampung Budaya Padi Pandanwangi merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi aset Pemerintah Kabupaten Cianjur. Selain menjadi objek wisata, kawasan tersebut juga memiliki nilai edukasi terkait keberadaan padi Pandanwangi, sebagai salah satu komoditas khas Cianjur.

Setelah revitalisasi selesai, kawasan tersebut ditargetkan dapat menjadi lokasi edukasi bagi para pelajar. Mereka nantinya dapat mempelajari padi Pandanwangi, mulai dari proses penanaman hingga panen.

“Untuk edukasi itu ada, bagi siswa sekolah kaitan dengan pengetahuan Pandanwangi dan tata cara menanam sampai dengan memanennya,” jelasnya.

Tidak hanya untuk wisatawan lokal, Disbudpar juga menargetkan kawasan tersebut mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Pengunjung nantinya dapat menikmati rumah adat khas Sunda, menginap, menikmati kuliner berbahan beras Pandanwangi, sekaligus mendapatkan pengalaman wisata berbasis budaya dan pertanian.

“Kita harapkan menjadi salah satu destinasi wisata terbaik yang ada di Kabupaten Cianjur. Kita mempunyai kekhasan Padi Pandanwangi yang hanya ada di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Yudha menambahkan, setelah pembangunan infrastruktur selesai, pihaknya akan meningkatkan promosi untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Pengelolaan kawasan tersebut juga direncanakan dapat melibatkan pihak ketiga agar pengelolaannya lebih optimal dan berkelanjutan.

“Ke depan juga kita promosinya ditingkatkan. Kita harapkan ada suatu pengalaman yang dialami oleh wisatawan yang datang ke Kampung Budaya Padi Pandanwangi,” katanya.

Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, Disbudpar telah melakukan kerja sama dengan konsultan pengawas. Pengawasan akan dilakukan secara berkala hingga pekerjaan selesai sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

Yudha menegaskan, revitalisasi ini menjadi tahap awal untuk menjadikan Kampung Budaya Padi Pandanwangi sebagai destinasi wisata unggulan Cianjur yang menggabungkan unsur budaya, edukasi, pertanian, kuliner, dan pengalaman wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *