Opini  

Refleksi Akhir Tahun: Saatnya Masyarakat Dicerdaskan, Bukan Dibodohi

RK Dadan Surya Negara Sebut Pengembangan Bawang Putih di Cianjur Langkah Strategis Ekonomi
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS, RK Dadan Suryanegara.

CIANJUREKSPRES.ID – Akhir tahun selalu datang sebagai jeda. Ia memberi kita ruang untuk menengok ke belakang, menilai apa yang sudah berjalan, sekaligus merenungkan ke mana arah hidup bersama ini akan dibawa. Dalam jeda itu, satu pertanyaan penting layak diajukan: apakah masyarakat kita hari ini benar-benar sedang dicerdaskan, atau justru perlahan dibiasakan untuk tidak bertanya dan menerima apa adanya?

Masyarakat yang cerdas bukanlah masyarakat yang tahu segalanya, melainkan masyarakat yang diberi kesempatan untuk memahami. Sayangnya, terlalu sering publik dihadapkan pada informasi yang setengah-setengah, kebijakan yang minim penjelasan, dan narasi yang disederhanakan secara berlebihan.

Ketika kritik dianggap ancaman dan pertanyaan dipandang sebagai pembangkangan, di situlah proses pembodohan diam-diam bekerja. Padahal, negara atau siapa pun yang memegang kuasa, seharusnya hadir untuk mencerdaskan, bukan meninabobokan.

Mencerdaskan masyarakat berarti membuka akses pada informasi yang jujur dan utuh. Bukan sekadar slogan, bukan pula pencitraan. Ia menuntut transparansi, kesediaan berdialog, dan keberanian mengakui kekurangan. Masyarakat yang diberi pengetahuan akan mampu menilai, menyaring, bahkan mengoreksi. Dan itu bukan bahaya, justru tanda kehidupan demokratis yang sehat.

Di sisi lain, hidup masyarakat hari ini sudah cukup rumit tanpa perlu ditambah kerumitan buatan. Mengurus administrasi yang berbelit, layanan publik yang tidak ramah, atau aturan yang berubah-ubah tanpa kejelasan hanya akan melahirkan kelelahan kolektif. Negara dan institusi publik semestinya hadir sebagai fasilitator kehidupan, bukan penjaga pintu yang mempersulit jalan masuk.

Mempermudah akses kehidupan berarti memastikan pendidikan mudah dijangkau, layanan kesehatan tidak memusingkan, dan kebutuhan dasar tidak dikunci oleh prosedur yang tak masuk akal. Masyarakat tidak meminta dimanja, mereka hanya ingin diperlakukan secara manusiawi. Ketika hidup dipermudah, energi masyarakat bisa diarahkan pada hal yang lebih produktif: bekerja, belajar, berkarya, dan saling menjaga.

Refleksi akhir tahun ini seharusnya membawa kita pada satu kesadaran bersama: kemajuan sebuah bangsa tidak diukur dari seberapa patuh rakyatnya, tetapi dari seberapa cerdas dan berdaya mereka. Masyarakat yang cerdas akan sulit dibohongi, dan masyarakat yang dipermudah hidupnya akan lebih mudah diajak bekerja sama membangun masa depan.

Menutup tahun ini, harapannya sederhana namun mendasar: jangan bodohi masyarakat, dan jangan persulit hidup mereka. Karena di sanalah keadilan sosial menemukan maknanya yang paling nyata, bukan di atas kertas, melainkan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat tinggal 2025, selamat datang 2026!.

Oleh:

RK. Dadan Suryanegara

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *