CIANJUREKSPRES.ID – Ratusan warga kaki Gunung Gede Pangrango berdemo dan berusaha mengusir alat berat yang digunakan untuk pelebaran jalan untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal power plant di Kampung Pasircina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Rabu 14 Januari 2026.
Aksi demo dan pengusiran itu buntut dari pengoprasian alat berat yang sebelumnya telah disegel warga pada Minggu, 11 Januari 2026.
Diketahui, warga yang sebelumnya tengah berunjuk rasa di depan Kantor Desa Cipendawa Kecamatan Pacet langsung menghentikan demo dan menuju ke lokasi alat berat di Kampung Pasircina, Desa Cipendawa.
“Kami menggelar aksi dan audiensi dengan pemerintah desa serta pihak perusahaan yang menjalankan proyek geothermal. Tapi ternyata alat beratnya dioperasikan, kami langsung mendatangi lokasi alat berat yang sempat disegel warga,” ujar Aryo Prima, koordinator aksi demo.
Ratusan warga pun mengepung dan mengusir alat berat agar segera keluar dari area pemukiman warga hingga menimbulkan perdebatan antara pendemo dan pihak perusahaan.
Akhirnya, TNI-Polri pun mengawal alat berat itupun keluar dan menjauh dari pemukiman warga. Warga semat ikut mengarak alat berat untuk memastikan agar tak kembali lagi.
“Alat berat itu tersebut berhasil diusir dari kampung kami,” kata Aryo.
Menurutnya, warga akan bertindak lebih keras jika alat berat kembali memasuki kawasannya.
“Kalau nanti ada alat berat yang masuk secara sembunyi-sembunyi, apalagi terang-terangan masuk ke kawasan kami, jangan salahkan kalau kami akan bertindak lebih keras. Kami menolak (geothermal) karena ingin menjaga Gunung Gede Pangrango,” tegasnya.












