Polres Cianjur Pastikan Korban Keracunan Murni Karena Jamur Liar

Kapolres Cianjur Alexander Yurikho Hadi (Kiri) Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian (Kanan). (Foto: Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Empat orang warga Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Kabupaten Cianjur yang mengalami gejala keracunan dipastikan akibat konsumsi jamur liar.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi pada wartawan saat mendampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian usai menengok korban keracunan di RSUD Sayang Cianjur.

“Saat ini, korban keracunan satu orang sudah pulang, lalu dua orang tengah menjalani pemulihan, sedangkan satu orang masih perlu mendapatkan perhatian khusus,” katanya, Rabu 22 Januari 2026.

Berdasarkan hasil keterangan sejumlah saksi, lanjut dia, empat orang yang mengalami gejala keracunan tersebut murni akibat mengkonsumsi jamur.

“Jadi murni yah, tidak ada faktor lainnya, saat ini para korban masih dalam penanganan Pak Bupati dan jajaran tim medis RSUD Sayang Cianjur. Semoga tidak perlu waktu lama lagi para korban segera pulih,” katanya.

Kapolres mengatakan, saat memasuki musim hujan saat ini, jamur sering tumbuh di sekitar lingkungan masyarakat. “Seperti yang telah diungkapkan Pak Bupati, kita meminta masyarakat untuk lebih selektif dan berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi jamur,” ujarnya.

Sebelumnya, empat orang warga Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Kabupaten Cianjur, mengalami gejala mual, muntah diduga usai mengkonsumsi jamur liar.

Kapolsek Cikalongkulon, AKP Timtim Firmanto membenarkan adanya empat orang warga yang mengalami gejala keracunan pada Rabu 21 Januari 2026 sore.

“Rata-rata para korban mengalami gejala mual, muntah dan lemas. Saat ini para korban sedang menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi, lanjut dia, kejadian tersebut berawal ketika keempat korban yaitu WS (64), AY (43), IK (50) dan YN (41) mengkonsumsi jamur liar yang dibawa WS.

“WS pada Rabu 21 Januari 2026 kemarin, pulang dari kebun dan membawa jamur liar. Lalu menanyakan pada orangtuanya jamur yang dibawa dia aman dikonsumsi atau tidak, dan disebut aman,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, jamur liar tersebut diolah lalu dikonsumsi bersama-sama oleh para korban. Namun sekitar 30 menit kemudian AY mengalami gejala mual, muntah dan lemas.

“Tak lama kemudian gejala serupa dirasakan korban lainnya, dan langsung dibawa ke Puskesmas setempat. Namun pihak Puskesmas menyarankan korban dibawa ke RSUD,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *