CIANJUREKSPRES.ID- Persaingan perebutan gelar Super League 2025/2026 dipastikan berlangsung sengit hingga pekan terakhir. PERSIB Bandung kini harus menghadapi tantangan besar saat menjamu Persijap Jepara pada laga penutup musim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu mulai mencuri perhatian setelah berhasil menahan imbang Borneo FC Samarinda tanpa gol pada pertandingan sebelumnya. Hasil tersebut menunjukkan Persijap bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata, terutama setelah mampu meredam agresivitas salah satu tim papan atas.
Meski berstatus sebagai tim promosi dan satu-satunya wakil kabupaten di Super League musim ini, Persijap justru tampil mengejutkan. Perlahan namun pasti, mereka berkembang menjadi tim underdog yang mampu merepotkan klub-klub besar.
Dalam beberapa pekan terakhir, performa Persijap terus menunjukkan peningkatan. Bermodalkan kerja keras, disiplin permainan, dan dukungan penuh publik Jepara, mereka sukses bertahan di papan tengah klasemen dengan koleksi 35 poin dan menempati posisi ke-13.
Pelatih Persijap, Mario Lemos, menegaskan timnya tetap fokus memberikan penampilan terbaik meski laga tersebut menjadi penentu perebutan gelar juara.
“Kami memahami pertandingan ini sangat penting dalam perebutan gelar. Namun fokus kami tetap sama, yakni bermain disiplin, menunjukkan karakter tim, dan memberikan perlawanan maksimal. Persijap datang tanpa tekanan, tetapi dengan motivasi besar untuk menutup musim dengan hasil positif,” ujar Mario Lemos.
Situasi itu membuat Persijap mulai dikenal sebagai salah satu “penentu” dalam persaingan papan atas musim ini. Solidnya lini pertahanan menjadi kekuatan utama tim asal Jepara tersebut.
Saat menghadapi Borneo FC, organisasi permainan Persijap tampil sangat disiplin. Serangan demi serangan lawan berhasil dipatahkan, ditambah penampilan gemilang penjaga gawang Muhammad Ardiansyah di bawah mistar.
Selain pertahanan yang kokoh, Persijap juga memiliki ancaman berbahaya melalui skema serangan balik cepat. Kehadiran Carlos Franca dan Sudi Abdallah menjadi kekuatan penting di lini depan Laskar Kalinyamat.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi Persib Bandung. Bermain di kandang sendiri memang menjadi keuntungan bagi Maung Bandung, namun tekanan besar dalam laga penentuan juara bisa menjadi tantangan tersendiri.
Persijap dipastikan datang tanpa beban dan berpotensi kembali menciptakan kejutan pada laga penutup musim. Pertandingan di GBLA diprediksi berlangsung panas dengan tensi tinggi.
Di satu sisi, Persib membutuhkan kemenangan demi menjaga peluang meraih gelar juara. Sementara di sisi lain, Persijap ingin membuktikan bahwa tim underdog juga mampu menentukan arah perebutan trofi musim ini.












