CIANJUREKSPRES.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Banten pada Rabu, 26 Februari 2026. Informasi tersebut disampaikan pada pukul 08.12 WIB.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa wilayah Banten berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi ini diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 08.27 WIB.
Wilayah yang berpotensi terdampak pada tahap awal meliputi Kecamatan Jiput, Mandalawangi, dan Carita di Kabupaten Pandeglang, serta Kecamatan Padarincang di Kabupaten Serang.
BMKG juga mengingatkan bahwa potensi hujan lebat ini dapat meluas ke sejumlah daerah lainnya. Di Kabupaten Pandeglang, wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Pagelaran, Labuan, Menes, Saketi, Cipeucang, Cimanuk, Kaduhejo, Banjar, Pandeglang, Cadasari, Cisata, Karang Tanjung, Cikedal, Mekarjaya, Pulosari, Koroncong, dan Majasari.
Sementara itu, di Kabupaten Lebak, potensi hujan lebat dapat meluas ke Maja, Rangkasbitung, Warunggunung, Cikulur, Cibadak, dan Kalanganyar.
Untuk Kabupaten Serang, wilayah yang perlu mewaspadai cuaca ekstrem ini meliputi Waringinkurung, Ciruas, Kragilan, Pontang, Tirtayasa, Tanara, Cikande, Kibin, Carenang, Binuang, Petir, Tunjung Teja, Baros, Cikeusal, Pamarayan, Kopo, Jawilan, Ciomas, Pabuaran, Anyar, Cinangka, Mancak, Gunung Sari, Bandung, dan Lebak Wangi.
Selain itu, hujan lebat juga berpotensi terjadi di wilayah Kota Serang, yakni Kecamatan Serang, Kasemen, Walantaka, Curug, Cipocok Jaya, dan Taktakan.
BMKG memperkirakan kondisi ini masih dapat berlangsung hingga pukul 10.00 WIB. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan sambaran petir.
Pengguna jalan juga diminta berhati-hati karena hujan lebat dapat mengurangi jarak pandang dan membuat kondisi jalan menjadi licin. Warga disarankan untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perkembangan situasi.












