Penyakit Lingkungan dan Hipertensi Dominasi Kunjungan di Puskesmas Haurwangi Cianjur

Kepala Puskesmas Haurwangi, Kankan Sumpena. (Foto: Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Ancaman penyakit yang dipicu kondisi lingkungan dan pola hidup masih membayangi kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Data Puskesmas Haurwangi menunjukkan, penyakit menular berbasis lingkungan serta penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes masih mendominasi kunjungan pasien

Kepala Puskesmas Haurwangi, Kankan Sumpena, mengungkapkan bahwa diare dan demam berdarah dengue (DBD) menjadi penyakit lingkungan yang paling sering ditemui. Bahkan, sejumlah desa masih masuk kategori endemis DBD.

“Untuk DBD, desa yang masih menjadi perhatian kami antara lain Desa Haurwangi, Kertamukti, dan Sukatani. Upaya pencegahan terus kami lakukan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 21 Januari 2026.

Menurutnya, pengendalian DBD tidak cukup hanya dengan fogging atau membunuh nyamuk dewasa. Pasalnya, nyamuk Aedes aegypti memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat di genangan air bersih yang sering luput dari perhatian warga.

“Telur nyamuk bisa mencapai puluhan ribu dan menetas di wadah air seperti ember, pot bunga, atau botol bekas. Karena itu, kunci pencegahan ada pada gerakan 3M Plus dan Pemberantasan Sarang Nyamuk,” katanya.

Selain penyakit menular, Puskesmas Haurwangi juga mencatat peningkatan signifikan penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes melitus. Kondisi tersebut kini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga usia produktif, remaja, hingga ibu hamil.

“Hipertensi menjadi salah satu kasus terbanyak. Pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, serta stres menjadi faktor utama pemicunya,” ujarnya.

Sementara itu, diabetes melitus banyak dipengaruhi kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup. Idealnya, masyarakat melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Untuk menekan angka penyakit tersebut, Puskesmas Haurwangi secara rutin melakukan penyuluhan kesehatan, baik terkait kebersihan lingkungan maupun penerapan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Kami terus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Dengan kebiasaan hidup sehat, risiko penyakit menular dan tidak menular bisa ditekan,” tukas Kankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *