Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian dalam Program MBG

Pengelolaan Limbah Jadi Perhatian dalam Program MBG

CIANJUREKSPRES.ID- Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengelolaan air limbah domestik menjadi aspek penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus melindungi lingkungan.

Sebagai langkah konkret, BGN menerbitkan Peraturan BGN Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur kewajiban setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mengelola limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas dapur.

Dadan menjelaskan bahwa pengelolaan limbah bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian integral dari sistem MBG. Program ini tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memastikan seluruh prosesnya berjalan secara higienis dan tidak mencemari lingkungan.

Dalam implementasinya, limbah domestik yang dihasilkan terbagi menjadi dua jenis, yaitu limbah nonkakus dan limbah kakus yang berasal dari kegiatan operasional SPPG. Untuk pengelolaannya, SPPG diberikan dua pilihan, yakni mengolah limbah secara mandiri menggunakan fasilitas yang tersedia atau bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki keahlian di bidang tersebut.

Hasil pengolahan limbah tersebut dapat dibuang atau dimanfaatkan kembali, selama tetap mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku. Namun, jika limbah dibuang, SPPG diwajibkan memastikan prosesnya berlangsung aman dan terkendali, termasuk dalam pengoperasian instalasi pengolahan serta pengaturan aliran limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Selain itu, pemantauan kualitas limbah juga harus dilakukan secara rutin, minimal setiap tiga bulan, guna memastikan hasil pengolahan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

BGN juga mengharuskan setiap SPPG menyediakan fasilitas pendukung, seperti instalasi pengolahan air limbah dan tempat penampungan sementara sampah sebelum diproses lebih lanjut.

Melalui kebijakan ini, BGN berharap Program MBG dapat berjalan secara menyeluruh sebagai program yang tidak hanya sehat dari sisi konsumsi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *