Pemerintah Pastikan Harga Beras Tetap Stabil, Petani dan Konsumen Sama-Sama Dilindungi

Pemerintah Pastikan Harga Beras Tetap Stabil, Petani dan Konsumen Sama-Sama Dilindungi

CIANJUREKSPRES.ID- Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga beras nasional agar tetap seimbang, baik di tingkat petani maupun konsumen. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempertahankan keberhasilan swasembada beras yang telah dicapai Indonesia sepanjang 2025.

Meski Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras tahunan April 2026 berada di angka 4,36 persen, pemerintah menilai kondisi tersebut masih terkendali. Bahkan, komoditas beras saat ini tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi pangan nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar petani tetap mendapatkan keuntungan, sementara masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga wajar.

Menurut Amran, stabilitas harga sangat penting untuk menjaga semangat produksi petani. Pemerintah pun tetap mempertahankan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tidak merugikan kedua belah pihak.

“Petani harus tetap untung supaya produksi terus berjalan, tetapi konsumen juga harus terlindungi. Karena itu keseimbangan harga harus dijaga,” ujar Amran di Jakarta, 6 Mei 2026.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi pangan nasional saat ini relatif aman. Produksi beras disebut surplus, sementara harga pupuk juga semakin terkendali dibandingkan sejumlah negara lain yang mengalami krisis pasokan pupuk.

Inflasi Beras Dinilai Masih Wajar

Berdasarkan data BPS, inflasi beras memang tercatat sebesar 4,36 persen secara tahunan. Namun secara bulanan, kenaikannya masih relatif kecil yakni 0,58 persen pada April 2026.

Di sisi lain, Nilai Tukar Petani (NTP) tanaman pangan justru mengalami peningkatan menjadi 112,29. Angka tersebut menunjukkan daya beli petani masih terjaga dengan baik dan menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang 2026.

Pemerintah menilai kondisi ini menunjukkan sektor pertanian nasional tetap berada dalam tren positif.

Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menyebut fluktuasi harga beras di pasaran masih dalam batas wajar.

Pemerintah bersama Perum Bulog juga terus memperkuat program stabilisasi harga melalui cadangan beras pemerintah (CBP) yang kini telah mencapai lebih dari 5 juta ton.

Per 6 Mei 2026, total stok beras yang dikelola Bulog tercatat mencapai 5,23 juta ton. Sementara realisasi penyaluran program SPHP beras sejak Januari hingga awal Mei telah mencapai sekitar 409,5 ribu ton.

Pemerintah optimistis langkah stabilisasi tersebut mampu menjaga harga beras tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *