Menyulut Api Cita-Cita: Mahasiswa KKN 254 UIN Bandung Bawa Siswa SDN Bunikasih 1 Cianjur Berlayar Menemukan Bakat Terpendam

Menyulut Api Cita-Cita: Mahasiswa KKN 254 UIN Bandung Bawa Siswa SDN Bunikasih 1 Cianjur Berlayar Menemukan Bakat Terpendam
Menyulut Api Cita-Cita: Mahasiswa KKN 254 UIN Bandung Bawa Siswa SDN Bunikasih 1 Cianjur Berlayar Menemukan Bakat Terpendam

CIANJUREKSPRES.ID– Di sebuah ruang kelas sederhana di Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, puluhan anak duduk dengan mata berbinar, seolah tengah menanti sebuah peta harta karun dibentangkan di hadapan mereka. Bukan emas atau permata yang mereka cari hari itu, melainkan sesuatu yang jauh lebih berharga: potensi diri yang selama ini tertidur dan menunggu untuk dibangunkan.

Momen tersebut hadir dalam Seminar Pengembangan Bakat bertajuk “Kenali Bakatmu, Wujudkan Cita-citamu!” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 254 UIN Sunan Gunung Djati Bandung di SDN Bunikasih 1, Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, pada Rabu (05/08/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 5 dan kelas 6, masa emas ketika minat dan bakat mulai tumbuh dan membutuhkan arahan agar berkembang secara optimal.

Suasana hangat sudah terasa sejak awal kegiatan. Belva Fitria Dewi memandu yel-yel pembuka yang membuat seluruh ruangan dipenuhi semangat dan gelak tawa. Dengan penuh antusias, anak-anak mengikuti seruan, “Kalau aku jadi atlet, ayo lari! Kalau aku jadi pelukis, ayo melukis!” Yel-yel sederhana tersebut menjadi pemantik semangat sebelum mereka diajak mengenali potensi yang ada dalam diri masing-masing.

Memasuki sesi utama, Rd. Hilmi Muhammad Faqih mengajak para siswa memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan bakat yang berbeda.

“Semua anak punya bakat. Bakat itu seperti bibit tanaman, ia hanya akan tumbuh besar dan kuat jika sering disiram dengan latihan,” ujarnya.

Perumpamaan tersebut membuat para siswa lebih mudah memahami bahwa keberhasilan bukan semata-mata karena bakat, tetapi juga karena usaha, latihan, dan ketekunan. Suasana yang awalnya dipenuhi rasa malu perlahan berubah menjadi lebih hidup ketika para siswa mulai berani mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan, “Siapa kamu hari ini?”

Setelah sesi materi, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai bidang minat. Masing-masing kelompok dipandu oleh mentor yang mengajak mereka mengeksplorasi potensi melalui aktivitas yang menyenangkan.

Kelompok Sport (Olahraga) yang dipandu oleh M. Jawwad Syihab Umam mengajak siswa mengikuti berbagai permainan yang melatih kerja sama, disiplin, kepemimpinan, dan sportivitas. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dunia olahraga bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga tentang membangun karakter.

Di kelompok Kreatif (Seni), Alievia Hanum Mailida dan Mumtaaz Haekal mengajak anak-anak menyusun puzzle dari kardus. Aktivitas sederhana itu mengajarkan bahwa kreativitas, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah tumbuh melalui proses yang dilakukan sedikit demi sedikit.

Sementara itu, kelompok Pengetahuan & Intelektual yang dibimbing Abdan Syaquro Ali Ramdani dan Rina Nursyaripah mengajak peserta menulis naskah mengenai cita-cita mereka. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar menuangkan gagasan, melatih logika, sekaligus berani mengungkapkan impian mereka kepada orang lain.

Melalui ketiga kelompok tersebut, para siswa diajak memahami bahwa setiap hobi dan kegemaran dapat menjadi jalan menuju masa depan. Anak yang gemar menggambar dapat bercita-cita menjadi desainer atau pelukis, pencinta buku dapat menjadi penulis, mereka yang menyukai logika dapat menjadi ilmuwan atau programmer, sedangkan anak yang senang membantu sesama dapat menjadi dokter, perawat, maupun profesi mulia lainnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepala Desa Bunisari, H. Dedi Juhaeri, menyampaikan bahwa seminar pengembangan bakat merupakan program yang sangat bermanfaat karena mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membuka wawasan anak-anak mengenai potensi yang mereka miliki sejak dini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, sekolah, dan mahasiswa menjadi langkah positif dalam membangun generasi muda yang berkualitas.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Plt. Kepala SDN Bunikasih 1, N Imas Dewi, S.Pd. Ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 254 UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas terselenggaranya seminar yang dinilai mampu memberikan motivasi sekaligus pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Menjelang berakhirnya kegiatan, para guru turut menyaksikan perubahan kecil namun bermakna pada diri siswa-siswi mereka. Anak-anak yang semula tampak pendiam mulai berani mengangkat tangan, menyampaikan pendapat, bahkan dengan penuh percaya diri mengungkapkan cita-cita yang ingin mereka raih di masa depan.

Menutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 254 mengajak seluruh peserta untuk terus percaya pada kemampuan diri sendiri. Mereka menegaskan bahwa bakat hanyalah langkah awal, sedangkan kerja keras, semangat belajar, dan ketekunan merupakan kunci untuk mewujudkan setiap cita-cita. Wajah-wajah ceria yang meninggalkan ruang kelas sore itu menjadi bukti bahwa benih-benih mimpi telah ditanam, dan kini tinggal menunggu waktu untuk tumbuh menjadi kenyataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *